Sayangnya, mamalia air tawar endemik Sungai Mahakam ini kini nyatanya semakin terancam punah, bahkan dikategorikan sebagai kritis (critically endangered) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Dikutip dari Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang datang ke Desa Pela pada Kamis, 3 Juli 2025, diperkirakan hanya tersisa 62 ekor.
Keberadaannya diabadikan melalui Tugu Pesut Mahakam setinggi 8 meter di Simpang Lembuswana, Kota Samarinda.
Tugu serupa juga bisa kita lihat di Jembatan Mahakam IV, Samarinda Seberang, dengan tulisan “Welcome to Samarinda”.
Untuk melihat Pesut Mahakam secara langsung, kita dapat mengunjungi Desa Wisata Pela yang terletak di Desa Pela, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, berjarak sekitar 98 km dari IKN dan 120 km dari Kota Samarinda.
Dengan menawarkan pengalaman susur sungai di Sungai Mahakam dan Danau Semayang, menghadirkan kesempatan langka menyaksikan pesut berenang di habitat aslinya, sekaligus mengingatkan kita untuk menjaga kelestarian spesies ini dari ancaman kepunahan.
Untuk update dan info paket wisata dapat dicek di laman Instagram milik Pokdarwis Desa Pela: @desawisatapela/@pokdarwispela
Mengunjungi Desa Wisata Pela bukan hanya soal menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami urgensi melindungi pesut dari ancaman polusi, jaring ikan, dan aktivitas manusia.
Penting bagi masyarakat mengetahui keberadaan pesut karena satwa ini bukan hanya warisan budaya dan ekologis Kalimantan Timur, tetapi juga indikator kesehatan ekosistem sungai.
Ayo bersama kita menjadi bagian dari pelestarian Pesut Mahakam dengan mengunjungi Desa Wisata Pela dan rasakan pengalaman tak terlupakan melihat “permata” Samarinda ini sebelum terlambat! (*)
Editor : Almasrifah