Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud menegaskan sejauh ini program Gratispol berjalan dengan baik. Polemik muncul karena ada kesalahpahaman persepsi dari ketentuan program. "Semua berjalan dengan baik, mungkin ada masalah kesalahan persepsi saja," ucapnya.
Dari puluhan ribu penerima manfaat Gratispol, lanjut dia, hanya beberapa penerima yang belum terakomodasi lantaran adanya persyaratan yang wajib dipenuhi.
Rudy menyebut beberapa dari persyaratan itu diprioritaskan bagi anak-anak Kaltim, atau berdomisili di Kaltim minimal 3 tahun. "Dan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk mahasiswa reguler, bukan yang eksekutif. Jadi ini yang mungkin agak keliru," jelasnya.
Kendati demikian, Rudy memastikan program Gratispol tetap mencakup mahasiswa reguler, mulai dari jenjang S1 hingga S3. Bahkan, kata dia, saat ini Gratispol untuk guru sedang dibahas.
"Guru-guru juga kita utamakan agar bisa meningkatkan sumber daya manusianya. Kalau gurunya hebat, kami yakin akan mencetak generasi yang lebih hebat lagi," pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki