Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Enam Ciri Seseorang Terserang Subclade K, Varian Super Flu yang Sedang Mendunia

A
Penulis: Ari Arief❯

Ilustrasi anak sakit.
Ilustrasi anak sakit.


Advertisement

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Dunia medis saat ini tengah menyoroti kemunculan varian flu baru yang dikenal dengan sebutan Subclade K.

Varian ini telah diidentifikasi sebagai penyebab dominan lonjakan kasus di beberapa negara, termasuk Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat.

Menurut penjelasan pakar dari Johns Hopkins Center for Health Security, Dr. Amesh A. Adalja, Subclade K bukanlah jenis virus yang sepenuhnya baru, melainkan hasil mutasi dari virus Influenza A (H3N2) yang telah lama ada.

Advertisement

Varian ini mulai terdeteksi oleh para peneliti pada Juni 2025 dan menunjukkan pola penyebaran yang sangat masif dalam waktu singkat.

Tantangan utama dari varian ini adalah adanya perbedaan genetik antara virus yang menyebar dengan galur (strain) yang digunakan dalam vaksin flu saat ini.

Advertisement

Dr. Adalja menyebutkan bahwa ketidaksesuaian ini meningkatkan peluang seseorang untuk tertular meski sudah divaksin.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Thomas Russo dari University at Buffalo menambahkan bahwa mutasi pada Subclade K tampaknya membuat virus ini lebih mudah menular dibandingkan versi sebelumnya.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Secara umum, gejala "Super Flu" ini mulai terasa sekitar 3 hingga 4 hari setelah terpapar. Beberapa tanda klinis yang sering muncul meliputi Gangguan pernapasan (batuk, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat). Kondisi fisik yang melemah (nyeri otot, sakit kepala hebat, dan kelelahan ekstrem).

Kelompok Berisiko Tinggi

Virus ini memberikan ancaman lebih serius bagi kelompok rentan, seperti Lansia. Individu dengan gangguan sistem imun (immunocompromised).

Orang dengan kondisi fisik yang kurang bugar. Pada kelompok ini, risiko komplikasi jauh lebih tinggi, termasuk potensi gangguan pembuluh darah hingga serangan jantung.

Langkah Pencegahan dan Penanganan

Meski efektivitasnya dalam mencegah penularan total berkurang akibat mutasi virus, vaksinasi influenza tetap sangat dianjurkan.

Dr. Russo menekankan bahwa vaksin tetap efektif dalam menekan risiko gejala berat dan mencegah pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Selain vaksin, berikut adalah langkah preventif tambahan penggunaan masker terutama saat berada di ruang tertutup yang ramai.

Pemeriksaan medis segera lakukan tes jika mengalami gejala. Hal ini penting karena gejala Subclade K sangat mirip dengan Covid-19, padahal keduanya memerlukan penanganan medis yang berbeda.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Siap-Siap Pangling, iPhone 20 Pro Diisukan Usung Layar Lengkung 4 Sisi dan Kamera Punch-Hole

Siap-Siap Pangling, iPhone 20 Pro Diisukan Usung Layar Lengkung 4 Sisi dan Kamera Punch-Hole

Bocoran iPhone 20 Pro: layar lengkung 4 sisi, tanpa bezel, dan pakai kamera punch-hole. Tampilan depan bakal berubah total!

Musim Hujan Tiba, Pakar Ingatkan Mitos Minum Es dan Ancaman Penyakit yang Mengintai

Musim Hujan Tiba, Pakar Ingatkan Mitos Minum Es dan Ancaman Penyakit yang Mengintai

Pakar kesehatan ingatkan warga Kaltim bersiap hadapi musim hujan. Simak mitos seputar minum es, ancaman penyakit, dan tips pencegahannya.

Tak Perlu Terburu-buru Obat, Kemenkes Sebut Flu Ringan Bisa Sembuh Sendiri

Tak Perlu Terburu-buru Obat, Kemenkes Sebut Flu Ringan Bisa Sembuh Sendiri

Kemenkes imbau flu ringan tak perlu antivirus. Cukup istirahat, cegah penularan, dan gunakan Oseltamivir hanya untuk kasus berat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer