Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Strategi Menurunkan Kadar Gula pada Nasi, Mengapa Nasi Dingin Lebih Sehat?

A
Penulis: Ari Arief❯

Ilustrasi nasi putih
Ilustrasi nasi putih


Advertisement

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Bagi masyarakat Asia, khususnya di Indonesia, nasi merupakan sumber karbohidrat utama yang sulit dipisahkan dari pola makan harian.

Namun, nasi putih memiliki tantangan tersendiri bagi kesehatan karena memiliki indeks glikemik (GI) yang tinggi. Hal ini menyebabkan karbohidrat dalam nasi putih sangat cepat diubah menjadi gula darah (glukosa) sesaat setelah dikonsumsi.

Sebuah riset dalam jurnal Diabetes Care (2020) bahkan menyebutkan bahwa kebiasaan mengonsumsi nasi putih dalam jumlah besar secara konsisten berkaitan dengan risiko diabetes yang lebih tinggi. Meski demikian, Anda tidak perlu sepenuhnya berhenti makan nasi, karena ada cara sederhana untuk memodifikasi kandungan gulanya.

Mengapa Tidak Disarankan Makan Nasi Panas?

Baca Juga: Lima Buah Rahasia Umur Panjang Ala Ahli Gizi Jepang, Fokus pada Apel, Sitrus, dan Kesemek

Advertisement

Kunci untuk mendapatkan nasi yang lebih sehat adalah dengan mendinginkannya terlebih dahulu. Mengonsumsi nasi yang baru matang dalam keadaan panas memberikan lonjakan gula darah yang lebih tajam dibandingkan nasi yang sudah didiamkan.

Berdasarkan studi dari Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, nasi yang didinginkan selama 24 jam kemudian dipanaskan kembali terbukti memicu respons gula darah yang jauh lebih rendah. Efek serupa juga bisa didapatkan meski Anda hanya mendiamkan nasi di suhu ruang selama beberapa waktu sebelum disantap.

Peran Pati Resisten dalam Nasi Dingin

Baca Juga: Rahasia Umur Panjang, Saran Ahli Bedah Jantung tentang Buah Rendah Gula dan Kaya Polifenol

Data dari PubMed Central menjelaskan fenomena ini melalui proses pembentukan pati resisten. Saat nasi dimasak lalu didinginkan, struktur patinya berubah menjadi lebih sulit dicerna oleh tubuh. Karena tidak mudah pecah menjadi glukosa, pati resisten ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Advertisement

Hal ini menjadikan nasi yang telah didiamkan sebagai pilihan yang jauh lebih aman, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang menjaga berat badan.

Bagaimana Jika Nasi Dingin Dipanaskan Kembali?

Anda mungkin bertanya-tanya apakah manfaatnya akan hilang jika nasi dipanaskan lagi. Secara ilmiah, meskipun memanaskan kembali nasi dingin sedikit meningkatkan angka indeks glikemiknya, nilainya tetap lebih rendah dibandingkan dengan nasi yang baru saja matang dari penanak nasi (rice cooker).(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mitos atau Fakta: Benarkah Nasi Dingin Lebih Baik untuk Gula Darah?

Mitos atau Fakta: Benarkah Nasi Dingin Lebih Baik untuk Gula Darah?

Bukan beda kalori, nasi dingin lebih lambat naikkan gula darah dibanding nasi hangat karena adanya struktur pati resisten.

Bikin Nasi Goreng Pakai Nasi Sisa Semalam, Apakah Manfaat Gula Darah Tetap Ada? Ini Kata Ahli Gizi

Bikin Nasi Goreng Pakai Nasi Sisa Semalam, Apakah Manfaat Gula Darah Tetap Ada? Ini Kata Ahli Gizi

Nasi dingin digoreng kembali tetap memiliki pati resisten tahan panas. Kuncinya, batasi minyak dan bumbu serta tambahkan sayur dan protein.

Kamar Gerah Bikin Sulit Tidur? Ini 6 Langkah Praktis Atasi Insomnia Akibat Cuaca Panas

Kamar Gerah Bikin Sulit Tidur? Ini 6 Langkah Praktis Atasi Insomnia Akibat Cuaca Panas

Suhu panas bikin sulit tidur? Simak 6 cara praktis dari ahli untuk mendinginkan tubuh dan kamar agar tidur tetap nyenyak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer