Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta: Benarkah Nasi Dingin Lebih Baik untuk Gula Darah?

A
Penulis: Ari Arief❯
Ilustrasi yang menggambarkan pilihan konsumsi nasi hangat dan nasi dingin dari sudut pandang kesehatan yang informatif.(generate ai)
Ilustrasi yang menggambarkan pilihan konsumsi nasi hangat dan nasi dingin dari sudut pandang kesehatan yang informatif.(generate ai)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Nasi hangat sering kali menjadi pilihan utama saat bersantap, namun belakangan muncul anggapan bahwa nasi dingin lebih baik bagi kesehatan. Banyak orang percaya bahwa nasi yang sudah dingin memiliki keunggulan dalam mengontrol kadar gula darah.

Ahli gizi Adisty Pavitasari menegaskan bahwa secara kalori dan zat gizi dasar, nasi dingin dan nasi hangat sebenarnya memiliki nilai yang hampir serupa. Kandungan dalam 100 gram nasi mencakup sekitar 180 kkal kalori, 39 gram karbohidrat, dan 3 gram protein.

Perbedaan utama terletak pada struktur karbohidrat yang memengaruhi respons pencernaan. Saat nasi panas, struktur pati cenderung longgar sehingga lebih cepat dipecah menjadi glukosa yang memicu kenaikan indeks glikemik dengan cepat.

"Struktur pati yang longgar pada nasi hangat memudahkan proses pencernaan dan dapat memecah karbohidrat menjadi glukosa lebih cepat, sehingga nasi hangat memiliki sifat indeks glikemik yang tinggi," kata Adisty.

Sebaliknya, proses pendinginan terutama di dalam kulkas memicu perubahan molekul pati menjadi lebih rapat. Kondisi ini membentuk struktur yang disebut pati resisten.

"Struktur kuat pada pati resisten inilah yang membuat proses pemecahan pati menjadi glukosa lebih sulit dilakukan, sehingga pelepasan glukosa lebih lambat yang membuat nasi dingin memiliki sifat indeks glikemik lebih rendah," jelas Adisty.

Keberadaan pati resisten ini memberikan manfaat tambahan karena fungsinya menyerupai serat pangan yang menyehatkan bakteri baik di usus. Meski demikian, pembentukan pati resisten dipengaruhi oleh jenis beras, cara memasak, hingga durasi pendinginan.

Adisty mengingatkan bahwa faktor kesehatan tetap bergantung pada porsi makan dan asupan lauk pendamping. Kebutuhan gizi setiap individu harus tetap menjadi pertimbangan utama dalam pola konsumsi sehari-hari.(*)

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Bikin Nasi Goreng Pakai Nasi Sisa Semalam, Apakah Manfaat Gula Darah Tetap Ada? Ini Kata Ahli Gizi

Bikin Nasi Goreng Pakai Nasi Sisa Semalam, Apakah Manfaat Gula Darah Tetap Ada? Ini Kata Ahli Gizi

Nasi dingin digoreng kembali tetap memiliki pati resisten tahan panas. Kuncinya, batasi minyak dan bumbu serta tambahkan sayur dan protein.

Kerap Disepelekan, Ini 6 Pemicu Hipertensi yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Kerap Disepelekan, Ini 6 Pemicu Hipertensi yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Kenali 6 kebiasaan sepele pemicu hipertensi, mulai dari stres hingga kurang tidur. Rutin cek tensi demi cegah risiko penyakit jantung.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer