Bukan Hipnotis Hiburan, Begini Cara Kerja Hipnoterapi Mengakses Alam Bawah Sadar

KALTIMPOST.ID,JAKARTA–Kesadaran terhadap kesehatan mental terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak pandemi Covid-19. Semakin banyak masyarakat yang mulai mencari cara untuk mengatasi stres dan memperhatikan kesehatan mental secara lebih serius.
Selain metode konseling dan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) yang sudah cukup dikenal, hipnoterapi kini muncul sebagai salah satu alternatif terapi psikologis yang diminati. Hipnoterapi memiliki kekhasan tersendiri, yaitu bekerja dengan mengakses alam bawah sadar klien untuk mencapai perubahan yang lebih mendalam.
Meskipun mulai populer, masih banyak anggapan keliru di tengah masyarakat yang menyamakan hipnoterapi dengan aksi hipnotis hiburan di televisi. Padahal, hipnoterapi didasarkan pada unsur ilmiah dan memiliki tujuan medis atau terapeutik untuk menyembuhkan gangguan psikologis individu.
Secara sederhana, hipnoterapi memanfaatkan kondisi relaksasi mendalam (trance). Dalam kondisi ini, terapis memberikan sugesti positif ke alam bawah sadar klien untuk membantu proses penyembuhan.
Psikolog Klinis dan Certified Professional Hypnotherapist dari RS Dr. Soeharto Heerdjan (RSJ Grogol Jakarta), Medwin Wisnu Prabowo, menjelaskan bahwa praktik ini makin diminati karena efektif menyasar akar masalah.
"Banyak masalah psikologis berakar dari pola pikir dan pengalaman yang tersimpan di alam bawah sadar (unconscious), seperti trauma, tekanan berkepanjangan, atau kebiasaan buruk berulang. Ketika akar masalah tersebut belum terselesaikan, perubahan yang dilakukan secara sadar (conscious) sering kali hanya bertahan sementara," ujar Medwin.
Ia menambahkan, hipnoterapi dapat dilakukan sebagai terapi tunggal maupun dikombinasikan dengan pemberian obat oleh psikiater demi proses kesembuhan yang lebih optimal.
Sejumlah manfaat utama hipnoterapi di antaranya:
Menyembuhkan berbagai gangguan psikologis (psychological disorder).
Menghilangkan stres, kecemasan, dan gangguan tidur.
Mengatasi trauma serta fobia.
Membantu mengubah kebiasaan buruk seperti merokok atau makan berlebihan.
Meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan mengelola emosi.
Dalam praktiknya, sesi diawali dengan konsultasi untuk memahami kondisi klien. Terapis kemudian membimbing klien memasuki kondisi relaksasi secara bertahap sebelum memberikan sugesti positif yang dipersonalisasi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




