Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masa Inkubasi Hingga 45 Hari, Panduan Lengkap Menghadapi Ancaman Virus Nipah

A
Penulis: Ari Arief❯

Ilustrasi virus Nipah.
Ilustrasi virus Nipah.


Advertisement

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan peringatan terkait karakteristik virus Nipah, yang memiliki masa inkubasi umumnya antara 4 hingga 14 hari.

Namun, dalam diskusi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Sumarjaya selaku Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan menyebutkan bahwa dalam beberapa kasus, gejala baru muncul setelah 45 hari.

Penyakit ini manifestasinya bervariasi, mulai dari kondisi ringan hingga fatal. Gejala awal menyerupai infeksi saluran napas seperti demam, nyeri otot, sakit kepala hebat, flu, serta radang tenggorokan.

Advertisement

Gejala berat pasien dapat mengalami kejang-kejang hingga peradangan otak (ensefalitis).

Kewaspadaan khusus Dr. Sumarjaya menekankan pentingnya mewaspadai gangguan neurologis dan masalah pernapasan akut yang sering menyertai infeksi ini.

Advertisement

Diagnosis dan Penanganan

Hingga saat ini, metode deteksi utama yang digunakan adalah tes PCR. Sayangnya, dunia medis belum menemukan vaksin khusus maupun obat definitif untuk mengatasi virus ini.

Padahal, tingkat fatalitas virus Nipah tergolong sangat tinggi, yakni mencapai 40 hingga 75 persen.

Situasi di Indonesia dan Upaya Pencegahan

Meski virus ini sudah lama ditemukan pada populasi kelelawar di Indonesia, hingga Februari 2026, belum ada laporan kasus penularan pada manusia di Tanah Air.

Hal ini berbeda dengan Bangladesh yang mencatatkan kasus kematian akibat virus ini pada akhir Januari lalu.

Untuk meminimalisir risiko, Kemenkes menyarankan langkah-langkah warga agar selalu mencuci bersih dan mengupas buah sebelum dimakan, menghindari konsumsi buah yang rusak atau terdapat bekas gigitan hewan.

Kemudian, memastikan daging ternak dimasak hingga matang sempurna, dan tidak meminum air nira secara langsung dari pohonnya.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kaltim Prioritas, Kemenkes Targetkan 10.600 Alat Diagnostik Molekuler TBC Masuk Puskesmas 2027

Kaltim Prioritas, Kemenkes Targetkan 10.600 Alat Diagnostik Molekuler TBC Masuk Puskesmas 2027

Kemenkes targetkan 10.600 alat diagnostik & rontgen AI di puskesmas pada 2027-2028 untuk perkuat skrining TBC hingga wilayah Kaltim.

Labkesmas Bontang Dapat Rp18 Miliar dari Kemenkes, Lantai Dua Dibangun 2027   

Labkesmas Bontang Dapat Rp18 Miliar dari Kemenkes, Lantai Dua Dibangun 2027  

Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Bontang mendapat angin segar.

Dampak Karhutla, Kemenkes Catat 283 Ribu Kasus ISPA Tersebar di 7 Provinsi

Dampak Karhutla, Kemenkes Catat 283 Ribu Kasus ISPA Tersebar di 7 Provinsi

Kemenkes catat 283 ribu kasus ISPA akibat karhutla di 7 provinsi. Simak data penyebaran dan bahaya paparan asap bagi kelompok rentan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer