Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anak Sulit Makan Sayur? Jangan Iming-Imangi Makanan Manis, Ini Dampaknya

A
Penulis: Ari Arief❯
Seorang ibu tampak mengajarkan kepada sang bayi untuk makan sayur.(generate ai)
Seorang ibu tampak mengajarkan kepada sang bayi untuk makan sayur.(generate ai)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Anak menolak makan sayur namun mendadak bersemangat saat disuguhi makanan manis sering kali membuat para orang tua khawatir. Namun, memaksa anak menghabiskan sayuran dengan iming-iming makanan manis justru dapat membentuk persepsi negatif terhadap makanan sehat.

Profesor Psikologi dan Kesehatan Masyarakat dari Loughborough University, Inggris, Emma Haycraft menjelaskan bahwa perilaku pilih-pilih makanan (fussy eating) merupakan bagian umum dari tahap perkembangan anak. Puncaknya biasa terjadi pada usia dua tahun seiring berkembangnya rasa kemandirian mereka.

Advertisement

"Perilaku ini salah satu cara anak menghindari makanan yang dianggap asing atau berpotensi berbahaya. Anak yang menolak makanan tertentu belum tentu sengaja mempersulit orang tua," terang Haycraft, melansir BBC, Jumat (16/10/2026).

Menurut Haycraft, anak secara alami lebih menyukai rasa manis ketimbang pahit. Selain itu, mereka menyukai konsistensi rasa dan tekstur, seperti pada pasta, nasi, roti, atau kentang goreng. Makanan alami seperti buah dan sayur kerap ditolak karena tekstur atau rasanya bisa berbeda setiap kali disajikan.

Guna mengatasi hal tersebut, Haycraft membagikan beberapa panduan bagi orang tua:

Advertisement

  • Berikan Pilihan: Tawarkan pilihan sederhana ketimbang pertanyaan terbuka. Misalnya, memberi opsi antara wortel atau brokoli, serta bentuk potongannya.

  • Pengenalan Bertahap: Anak butuh 15–20 kali interaksi dengan makanan baru sebelum mau menerimanya. Pengenalan tidak harus langsung dimakan, tetapi bisa diawali dengan menyentuh atau mencium aroma makanan.

  • Beri Contoh Nyata: Anak lebih tertarik mencoba makanan jika melihat orang tua atau kawan sebayanya menikmati makanan tersebut di meja makan.

  • Stop Iming-Iming Hadiah Manis: Hindari menjadikan makanan manis sebagai imbalan setelah habis makan sayur. Hal ini membuat sayur dipersepsikan sebagai "beban" yang harus diselesaikan. Gunakan pujian atau aktivitas bermain sebagai bentuk apresiasi.

Haycraft menambahkan, orang tua sebaiknya tidak terlalu cemas selama variasi nutrisi mingguan dan berat badan anak tetap terjaga ideal. Namun, jika anak menunjukkan tanda-tanda penurunan berat badan atau penolakan makan yang ekstrem, ia menyarankan agar segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak.

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Soroti Dampak Penggeledahan Ponpes, Pemprov Jateng Jamin Pendampingan Psikologis dan Pendidikan Anak

Soroti Dampak Penggeledahan Ponpes, Pemprov Jateng Jamin Pendampingan Psikologis dan Pendidikan Anak

Gub Jateng Ahmad Luthfi terjunkan tim khusus pulihkan psikologis santriwati terdampak penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Sukoharjo.

Waspada Musim Pancaroba, Tips Dokter Spesialis Anak Jaga Kesehatan Si Kecil

Waspada Musim Pancaroba, Tips Dokter Spesialis Anak Jaga Kesehatan Si Kecil

Musim pancaroba rawan penyakit anak. Waspadai ISPA, Flu A, & DBD. Terapkan 3M Plus, cuci tangan, jaga nutrisi, & lengkapi imunisasi anak.

Unras, Polisi Amankan 19 Demonstran, Termasuk Anak di Bawah Umur

Unras, Polisi Amankan 19 Demonstran, Termasuk Anak di Bawah Umur

Polda Metro Jaya amankan 19 orang pascademo, termasuk 1 anak di bawah umur. Polisi menyita sajam, petasan, dan cat untuk vandalisme.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer