Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Musim Pancaroba, Tips Dokter Spesialis Anak Jaga Kesehatan Si Kecil

A
Penulis: Ari Arief❯
Ilustrasi orangtua perlu waspada musim pancaroba untuk melindungi anak dari penyakit musim hujan.(generate ai)
Ilustrasi orangtua perlu waspada musim pancaroba untuk melindungi anak dari penyakit musim hujan.(generate ai)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan atau pancaroba membawa tantangan kesehatan serius bagi anak-anak. Dokter spesialis anak RSU Bunda Jakarta, Mulki Angela, memperingatkan adanya lonjakan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan ancaman influenza A.

Selain gangguan pernapasan, perubahan cuaca juga memicu risiko penyakit lain. Mulki menyebutkan bahwa potensi demam berdarah dengue (DBD) meningkat, sementara keterbatasan akses air bersih di beberapa daerah dapat menyebabkan diare, muntah, hingga masalah kulit.

"Kondisi keterbatasan air bersih, dapat menimbulkan risiko infeksi saluran cerna, seperti diare dan muntah, juga bisa jadi ada infeksi kulit," jelas Mulki.

Langkah pencegahan utama adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat secara konsisten. Orang tua harus membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun, mandi teratur, serta memastikan kebersihan lingkungan rumah guna memutus rantai penularan penyakit.

Untuk pencegahan demam berdarah, Mulki menyarankan penerapan gerakan 3M Plus secara disiplin. Selain itu, pastikan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi dengan baik serta sediakan obat-obatan darurat seperti penurun panas di rumah.

"Karena cairan sangat penting untuk tubuh anak kita. Kemudian siapkan juga obat-obatan emergency, misalnya obat penurun panas, harus tersedia di rumah," tambah dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Dalam memperkuat daya tahan tubuh, nutrisi seimbang dan istirahat cukup menjadi fondasi utama. Pemberian suplemen vitamin D juga disarankan karena manfaatnya yang krusial bagi kesehatan tulang dan sistem imun.

"Jadi pada keluarga boleh kita berikan asupan suplemen vitamin D," imbuhnya.

Sebagai langkah preventif tambahan, ajarkan anak etika batuk, gunakan masker saat sakit, dan pastikan jadwal imunisasi lengkap. Saat beraktivitas di luar rumah, jangan lupa menyiapkan perlengkapan seperti jas hujan, payung, dan alas kaki yang aman.(*)

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BMKG Minta Warga Kalimantan Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Hari Ini

BMKG Minta Warga Kalimantan Waspadai Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang Hari Ini

BMKG mengimbau warga Kalimantan waspada hujan lebat, petir & angin kencang hari ini (31/10). Potensi banjir rob juga mengintai pesisir.

Hujan Guyur Balikpapan, Kaltim Bersiap Masuki Musim Hujan

Hujan Guyur Balikpapan, Kaltim Bersiap Masuki Musim Hujan

Setelah didera kabut asap selama sepekan terakhir, hujan akhirnya mengguyur wilayah Balikpapan pada Selasa (27/10/2026) siang.

Karhutla dan Kekeringan Belum Usai, BPBD Samarinda Usulkan Perpanjangan Status Darurat   

Karhutla dan Kekeringan Belum Usai, BPBD Samarinda Usulkan Perpanjangan Status Darurat  

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan masih melanda sejumlah wilayah di Samarinda.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer