Jangan Asal Cabut! Ini Panduan Perawatan Gigi Berlubang agar Tetap Bisa Diselamatkan

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Kasus gigi berlubang tidak serta-merta harus selalu berujung pada tindakan pencabutan. Selama kerusakan belum terlampau parah dan struktur gigi masih memungkinkan untuk dipertahankan, terdapat sejumlah prosedur medis yang dapat ditempuh untuk menyelamatkan gigi pasien.
Dokter gigi lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) sekaligus CEO Audy Dental, drg Yulita Bong, menjelaskan bahwa proses kerusakan gigi terjadi secara bertahap, tergantung pada kedalaman lubang yang mencapai lapisan gigi.
Baca Juga: Waspada GERD Berat, Kenali Gejala, Komplikasi, dan Cara Mengelolanya
"Ketika gigi berlubang, hanya enamel saja, itu biasanya simpel. Kita bilang kasusnya simpel, sama sekali gigi masih jauh (dari kondisi parah)," ujar Yulita saat ditemui di sela-sela clinic tour di Audy Dental Agora Mall, Jakarta Pusat, Jumat (6/11/2026).
Apabila lubang telah mencapai lapisan dentin, sebagian besar kasus masih dapat ditangani melalui tindakan penambalan sederhana. Namun, jika bakteri sudah masuk lebih dalam hingga mengarah ke saluran akar, dokter memerlukan penanganan lanjutan.
Baca Juga: Gandeng Samsung dan LG, Apple Siapkan Teknologi Layar OLED Masa Depan Lebih Murah dan Superior
Kendati demikian, kerusakan yang telah mencapai bagian pulpa tidak otomatis membuat gigi harus dicabut. Dalam banyak kasus, dokter masih dapat mempertahankan gigi tersebut melalui prosedur perawatan saluran akar. Oleh karena itu, pencabutan bukanlah opsi pertama setiap kali seseorang mengalami masalah gigi berlubang, melainkan harus melalui evaluasi menyeluruh oleh tenaga medis.
Kapan Gigi Berlubang Harus Dicabut?
Pencabutan gigi baru akan mulai dipertimbangkan oleh dokter apabila sisa mahkota gigi—bagian yang tampak di atas gusi—sudah sangat minim. Dalam kondisi tersebut, dokter harus mengevaluasi apakah struktur yang tersisa masih memungkinkan untuk direstorasi menggunakan crown atau sudah tidak dapat dipulihkan.
Baca Juga: Kaltim Prioritas, Kemenkes Targetkan 10.600 Alat Diagnostik Molekuler TBC Masuk Puskesmas 2027
"Kalau mahkota gigi itu sudah sangat-sangat minim, nah itu biasanya kita sudah mulai pertimbangkan (pencabutan gigi). Karena berarti tidak bisa direstorasi lagi," jelas Yulita.
Selain kerusakan mahkota yang terlampau parah, tindakan pencabutan juga menjadi opsi terakhir apabila akar gigi mengalami patah atau tersisa terlalu sedikit sehingga mustahil dipertahankan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




