ISPU Tembus 660, BPBD Kutai Barat Perketat Pengawasan Karhutla

KALTIMPOST.ID, SENDAWAR - Kualitas udara di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mendadak anjlok ke level paling mengkhawatirkan. Berdasarkan data resmi ISPUnet pada Minggu, 25 Oktober 2026 pukul 06.00 WITA, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Sendawar menembus angka ekstrem 660 dengan kategori Berbahaya.
Lonjakan polusi udara tersebut didominasi oleh partikel debu halus PM2.5. Angka ini tercatat sebagai rekor polusi terburuk sepanjang tiga bulan terakhir sejak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan tersebut.
Kondisi lingkungan pada Minggu pagi kian berat karena kelembapan udara mencapai 94 persen, suhu 25 derajat Celsius, dan tekanan udara 1.076 mBar. Kelembapan tinggi ini menyebabkan partikel polutan pekat mengendap di dekat permukaan tanah sehingga mengancam kesehatan pernapasan warga.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat merespons situasi ini dengan memperketat penanganan lintas instansi. Langkah taktis tersebut diambil guna menindaklanjuti instruksi Presiden terkait penanganan karhutla secara cepat dan terpadu.
Kepala Pelaksana BPBD Kutai Barat, Yudianto Rihartono, menjelaskan bahwa lonjakan kabut pekat ini bukan semata bersumber dari pembakaran lahan lokal. Pihaknya mengidentifikasi pergerakan kabut asap lintas batas daerah.
"Untuk saat ini laporan titik api jauh berkurang, kondisi kabut asap parah ini salah satu faktor kabut asap kiriman dari daerah lain yang saat ini sedang mengalami Karhutla," kata Yudianto.
Kendati titik api lokal mulai berkurang, Yudianto memastikan personel BPBD tetap siaga penuh di posko lapangan. Penanganan difokuskan pada pemantauan titik panas secara intensif, koordinasi antarwilayah, dan operasi pemadaman cepat.
BPBD Kutai Barat juga mengimbau warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta berinisiatif memadamkan api skala kecil di lingkungan masing-masing. Warga yang mendeteksi kebakaran diminta segera melapor melalui saluran siaga bencana.
"Masyarakat diimbau memanfaatkan Layanan Darurat Call Center 112," kata BPBD Kutai Barat. Setiap laporan masyarakat akan langsung diteruskan ke Pusat Pengendali Operasi agar tim satgas terdekat dapat segera meluncur ke lokasi kejadian. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




