KALTIMPOST.ID, SENDAWAR – Perbaikan ruas jalan nasional Sp Belusuh–Sp Damai–Mentiwan di Kabupaten Kutai Barat terus berjalan. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur melalui kontraktor PT Brahmakerta Adiwira.
Di lapangan, sejumlah pekerjaan penanganan jalan masih berlangsung di beberapa titik.
PPK BBPJN 1.8, Andi Muhamad Ruli Akib, menjelaskan saat ini sedang dilakukan pemasangan batu dengan mortar pada STA 17+200 hingga 17+300 di ruas 1 Sp Belusuh–Sp Damai.
“Pekerjaan pemasangan batu dengan mortar juga dilakukan di STA 5+400 sampai dengan 5+450 R pada ruas 2 Sp Damai–Barong Tongkok,” jelasnya kepada Kaltimpost.id, Selasa (10/3/2026).
Baca Juga: Lagi, OTT KPK Sasar Kepala Daerah, Bupati Rejang Lebong Terjaring di Bulan Ramadan
Selain itu, pekerjaan galian saluran drainase juga masih berlangsung. Kegiatan tersebut berada di STA 22+400 L pada ruas 2 Sp Damai–Barong Tongkok.
Di titik lain, pekerjaan pemadatan badan jalan dilakukan di STA 12+750 pada ruas dua. Sementara perbaikan badan jalan juga dikerjakan di STA 16+150 pada ruas 3 Barong Tongkok–Mentiwan.
BBPJN Kaltim berupaya memaksimalkan penyelesaian pekerjaan preservasi jalan nasional di Kutai Barat. Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap mantap, fungsional, dan optimal melayani lalu lintas sesuai umur rencana.
Preservasi jalan mencakup upaya pencegahan, perawatan, hingga perbaikan. Tujuannya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus mendukung efisiensi mobilitas serta pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Baca Juga: Waspada Kemarau Panjang 2026, Petani Kaltim Perlu Siapkan Benteng Sejak Dini
Sementara itu, perwakilan kontraktor PT Brahmakerta Adiwira, Riyanto, menuturkan pekerjaan juga terus berlanjut pada tahap penghamparan agregat kelas A di sejumlah titik lokasi rekonstruksi jalan.
“Pekerjaan grading bahu jalan juga terus dilakukan. Tujuannya memastikan bahu jalan lebih rendah dari badan jalan agar air dapat mengalir dengan baik, terutama saat curah hujan tinggi,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi