Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Lapas Perempuan Tenggarong Buka Perpustakaan Baru: 300 Buku Dihadiahkan untuk Warga Binaan

Muhhammad Rifqi Hidayatullah • Selasa, 4 November 2025 | 18:23 WIB

 

Kalapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong Riva Dilyanti bersama Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar Rinda Desianti dan Ketua GLK Erwan Riyadi, usai menandatangani perjanjian kerja sama.
Kalapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong Riva Dilyanti bersama Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar Rinda Desianti dan Ketua GLK Erwan Riyadi, usai menandatangani perjanjian kerja sama.

TENGGARONG - Akses literasi bagi warga binaan kini mendapat ruang baru. Lapas Perempuan Tenggarong resmi memiliki perpustakaan hasil kolaborasi Pemkab  Kukar dengan Gerakan Literasi Kutai (GLK). Upaya ini menjadi bagian dari penguatan hak dasar membaca dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan pemasyarakatan.

Kerja sama tersebut ditandatangani oleh Kepala Lapas Perempuan Tenggarong Riva Dilyanti, Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar Rinda Desiantii, dan Ketua GLK Erwan Riyadi, pada Selasa (3/11). Sebanyak 300 buku diserahkan untuk tahap awal, mencakup tema keterampilan, pengembangan diri, hingga bacaan umum.

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar, Sunggono menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memperluas akses pengetahuan. “Kami harap ini menumbuhkan semangat bahwa mereka memiliki kesempatan kedua untuk menjadi lebih baik. Kami juga meminta Diarpus menyiapkan buku sesuai kebutuhan WBP agar menambah kompetensi mereka,” ujarnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kaltim, Hernowo Sugiastanto, menilai langkah tersebut sebagai inovasi pembinaan yang relevan dengan pendekatan literasi. Menurutnya, keberadaan perpustakaan di dalam lapas menjadi media penting agar warga binaan tetap terhubung dengan perkembangan dunia luar.

Riva Dilyanti menjelaskan, saat ini terdapat 371 warga binaan yang menempati Lapas Perempuan Tenggarong. Jumlah itu melebihi kapasitas ideal, namun pembinaan tetap dijalankan melalui kegiatan keterampilan seperti tata boga, tata rias, hingga program membaca rutin.

“Kami berupaya agar pembinaan tetap optimal meski ruang terbatas. Semua ini tidak akan berhasil tanpa dukungan berbagai pihak,” ucapnya.

Selain membuka akses membaca, perpustakaan ini juga menjadi bagian dari strategi rehabilitasi sosial. Buku-buku yang tersedia diharapkan membantu WBP memahami keterampilan baru yang dapat diterapkan setelah masa pembinaan berakhir.

“Harapan kami, mereka bisa berkembang dan tidak kembali menjadi penghuni. Pembinaan ini bagian dari kesempatan untuk memulai lagi,” kata Riva.

Peresmian perpustakaan ini menjadi langkah awal memperkuat pembinaan berbasis literasi di Lapas Perempuan Tenggarong, sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kukar. (*)

Editor : Sukri Sikki
#lapas perempuan #buku #perpustakaan #warga binaan #pemkab kukar