Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Batu Ampar Kutim Dilanda Banjir, Puluhan Rumah Terendam

Jufriadi
Penulis: Jufriadi❯
MUSIBAH: Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur, terendam banjir. Sekitar 40 rumah warga tergenang dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter, Jumat (12/12). (Dok. Polres Kutim)
MUSIBAH: Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur, terendam banjir. Sekitar 40 rumah warga tergenang dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter, Jumat (12/12). (Dok. Polres Kutim)

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Banjir merendam pemukiman warga di Desa Batu Timbau Ulu, Kecamatan Batu Ampar Kutai Timur (Kutim), Jumat (12/12) sore.


Advertisement

Hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir membuat Sungai Merban meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.

Polsek Muara Bengkal mencatat sedikitnya 40 rumah yang terdampak berada di RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04.

Ketinggian air dilaporkan mencapai 50 sentimeter. Meski demikian, warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing karena kondisi air dianggap masih aman dan belum memerlukan evakuasi.

Advertisement

Kapolsek Muara Bengkal, AKP Rahmat Hartoyo menjelaskan banjir tidak hanya disebabkan curah hujan yang tinggi, tetapi juga minimnya sistem drainase sehingga aliran air ke Sungai Merban terhambat.

Petugas di lapangan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Batu Timbau Ulu.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa, apabila debit air meningkat, posko bencana dan lokasi pengungsian akan segera disiapkan untuk menjamin keselamatan masyarakat,” ujar AKP Rahmat.

Advertisement

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto menegaskan jajaran Polsek harus selalu siaga menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Ia meminta anggota di lapangan memonitor debit air secara ketat dan memastikan masyarakat memperoleh bantuan serta perlindungan.

“Kesigapan dan kehadiran polisi sangat dibutuhkan di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti ini,” tegas AKBP Fauzan.

Selain memantau ketinggian air, polisi juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi bahaya lain, termasuk hewan buas yang mungkin muncul ke permukiman akibat luapan sungai.

“Kami memastikan akan terus melakukan pemantauan hingga kondisi benar-benar pulih dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” tambahnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Memasuki Masa Peralihan Musim, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrim hingga Puting Beliung

Memasuki Masa Peralihan Musim, BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrim hingga Puting Beliung

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena cuaca ekstrem.

Prakiraan Cuaca BMKG 26 Oktober 2026: Waspada Hujan Petir di Wilayah Ini

Prakiraan Cuaca BMKG 26 Oktober 2026: Waspada Hujan Petir di Wilayah Ini

BMKG merilis prakiraan cuaca hari ini, 26 Oktober 2026. Sejumlah kota berpotensi diguyur hujan petir, sementara wilayah lain berawan.

Waspada Karhutla: BMKG Deteksi 1.297 Titik Panas Tersebar di Indonesia

Waspada Karhutla: BMKG Deteksi 1.297 Titik Panas Tersebar di Indonesia

BMKG deteksi 1.297 titik panas di Indonesia per 14 Oktober 2026. Waspada risiko karhutla meningkat di Sumatera, Kalimantan, hingga Papua.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer