Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kutim Buka Sekolah Lansia, Pendaftaran Tembus 189 Peserta

Jufriadi
Penulis: Jufriadi❯

 


Advertisement

 

Lansia mengikuti sosialisasi program Sekolah Lansia yang digelar DPPKB Kutim di Sangatta Utara.   
Lansia mengikuti sosialisasi program Sekolah Lansia yang digelar DPPKB Kutim di Sangatta Utara.  

SANGATTA – Program Sekolah Lansia di Kutai Timur (Kutim) mulai dilaksanakan. Program yang dikelola Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim ini memasuki tahap pendaftaran sekaligus pembekalan awal bagi peserta di Sangatta Utara.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi menyebut program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup warga usia lanjut. “Kami melaksanakan pendaftaran dengan sistem jemput bola langsung ke desa, kelurahan, hingga ke tingkat RT agar seluruh lansia terdata dengan baik,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Sampai pertengahan Februari, sebanyak 189 lansia tercatat mendaftar. DPPKB menetapkan target awal 200 peserta untuk gelombang perdana.

Advertisement

Mereka dibagi ke empat lokasi, Sekolah Lansia Sekar Kedaton di Desa Sangatta Utara (60 peserta), Sekar Melati di Desa Swarga Bara (50 peserta), Bina Sehat di Desa Singa Gembara (32 peserta), dan Mawar di Kelurahan Teluk Lingga (47 peserta).

Identifikasi peserta, skrining kesehatan, dan pembekalan telah digelar pada 11–13 Februari. Proses ini melibatkan Penyuluh KB serta tutor dari SPNF SKB Kutim. Menurut Junaidi, Sekolah Lansia disusun dengan kurikulum terarah.

Pemkab selanjutnya menyiapkan peluncuran resmi yang akan dirangkai dengan Pilot Project Nasional “Akademi Kolaborasi Penanganan Kemiskinan dan Stunting”. Program ini ikut masuk dalam proyek perubahan “Cap Jempol Stop Stunting” yang digarap DPPKB Kutim.

Advertisement

Untuk materi, berbagai tenaga ahli dilibatkan. Mulai pakar gizi, dokter gigi, spesialis penyakit dalam, psikolog, hingga tim pakar Golda. Tujuannya menjaga kondisi fisik dan mental peserta.

Pembinaan rohani juga dimasukkan dalam kurikulum, bekerja sama dengan tokoh agama dari Kementerian Agama Kutim. “Aspek spiritual juga menjadi bagian penting dalam kurikulum,” kata Junaidi.

Pendanaan kegiatan sepenuhnya berasal dari APBD Kutim 2026. Peserta tidak dikenai biaya. Program dijalankan dalam 12 kali pertemuan. Lansia yang hadir minimal 80 persen dijadwalkan mengikuti wisuda Lansia S1 (Standar Satu) dan menerima ijazah penyelesaian program. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Lansia Kutim Kini Punya Sekolah, Dibekali Agar Tetap Sehat dan Produktif di Usia Senja

Lansia Kutim Kini Punya Sekolah, Dibekali Agar Tetap Sehat dan Produktif di Usia Senja

Pemkab Kutai Timur melalui DPPKB meluncurkan Program Sekolah Lansia yang diikuti 200 peserta. Membekali lansia di masa tua.

Bunda PAUD Kukar Gaungkan Gerakan Pastikan Anak Etam ke PAUD

Bunda PAUD Kukar Gaungkan Gerakan Pastikan Anak Etam ke PAUD

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menggelar sosialisasi pendidikan prasekolah.

Pengamat Minta Perusahaan Bertanggung Jawab Penuh Atas Perimeter Karhutla

Pengamat Minta Perusahaan Bertanggung Jawab Penuh Atas Perimeter Karhutla

Pengamat Lingkungan, Albert Laston Manurung, menekankan pentingnya peran perusahaan sebagai penanggung jawab penanganan karhutla.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer