Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kades Teluk Singkama Dorong Program CSR Perusahaan Menyentuh Sektor Ekonomi Warga

Jufriadi
Penulis: Jufriadi❯
Kepala Desa Teluk Singkama Asbar Ibrahim. (Jufriadi/KP)
Kepala Desa Teluk Singkama Asbar Ibrahim. (Jufriadi/KP)

Advertisement

SANGATTA – Pengembangan usaha masyarakat dan pemberdayaan pemuda menjadi pekerjaan yang perlu mendapat perhatian di Desa Teluk Singkama, Kecamatan Sangatta Selatan, Kutai Timur (Kutim). Pemerintah desa berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut ikut mengambil peran melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Kepala Desa Teluk Singkama Asbar Ibrahim mengatakan, dukungan perusahaan seharusnya tidak hanya berorientasi pada bantuan sosial, tetapi juga diarahkan untuk membuka peluang bagi masyarakat agar lebih mandiri secara ekonomi.

Menurut dia, potensi desa di bidang pertanian, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih dapat dikembangkan apabila mendapat dukungan yang tepat. Keterlibatan perusahaan dinilai bisa menjadi salah satu pengungkit untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam mengembangkan usaha.

Advertisement

“Yang kami harapkan, program perusahaan bisa lebih menyentuh kebutuhan warga. Pemuda perlu diberi ruang untuk berkembang, begitu juga masyarakat yang ingin bekerja atau merintis usaha,” ujar Asbar.

-

Dia menilai, dukungan terhadap kegiatan masyarakat, termasuk agenda kepemudaan dan peringatan hari besar nasional, masih perlu ditingkatkan. Asbar berharap perhatian perusahaan terhadap lingkungan sekitar dapat lebih merata dibandingkan dengan yang dirasakan masyarakat selama ini.

Advertisement

Bagi pemerintah desa, kolaborasi dengan perusahaan menjadi penting agar potensi lokal tidak berhenti sebatas sumber daya yang dimiliki. Dukungan terhadap pelatihan, pengembangan usaha, hingga kegiatan produktif masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan.

Asbar menyebut, pemerintah desa terbuka untuk membangun kerja sama dengan perusahaan dalam merancang program yang sesuai dengan kebutuhan warga. Dengan begitu, kegiatan CSR dapat diselaraskan dengan prioritas pembangunan desa, termasuk penguatan sektor pertanian dan pariwisata.

“Kalau ada kerja sama yang terarah, manfaatnya bisa lebih panjang. Bukan sekadar bantuan yang habis dalam satu kegiatan, tetapi bagaimana masyarakat punya kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan,” katanya. Dia berharap komunikasi antara pemerintah desa dan perusahaan dapat diperkuat sehingga program pemberdayaan lebih tepat sasaran. (adv/riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kemiskinan, Baznas dan CSR

Kemiskinan, Baznas dan CSR

Kemiskinan Kaltim berada di 5,14 persen. Zakat dan CSR dinilai bisa diperkuat sebagai sumber pembiayaan alternatif untuk berantas kemiskinan

Tiga Investor Baru Lirik KEK Maloy, Pemkab Kutim Siap Kebut Infrastruktur Pendukung   

Tiga Investor Baru Lirik KEK Maloy, Pemkab Kutim Siap Kebut Infrastruktur Pendukung  

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kutim kini menjadi pusat perhatian baru.

Bidik Tiga Besar Porprov VIII Kaltim, Kutim Turunkan Kontingen Berkekuatan 1.561 Personel   

Bidik Tiga Besar Porprov VIII Kaltim, Kutim Turunkan Kontingen Berkekuatan 1.561 Personel  

Kabupaten Kutim mengutus 1.561 personel untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer