Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

35 Sekolah di Kutim Masuk Kandidat Sekolah Rujukan Google

Jufriadi • Minggu, 30 November 2025 | 17:24 WIB

Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda.
Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda.

35 Sekolah di Kutim Masuk Kandidat Sekolah Rujukan Google

KALTIMPOST.ID, SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) menetapkan 35 sekolah sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG).

Program ini jadi bagian pengembangan pembelajaran berbasis teknologi serta peningkatan kompetensi digital tenaga pendidik.

Sekretaris Disdikbud Kutim, Irma Yuwinda, menyebut peningkatan kemampuan guru dalam bidang digital menjadi fokus utama.

“Dengan adanya kandidat sekolah rujukan google, itu akan menaikkan kapasitas tenaga pendidik. Utamanya agar melek digital dan pemanfaatannya menjadi pembelajaran inovatif dan interaktif,” ujar Irma.

Sekolah yang masuk dalam kandidat akan mendapatkan pendampingan intensif terkait pemanfaatan teknologi pembelajaran.

Irma menjelaskan bahwa seluruh 35 sekolah kandidat tersebut dipersiapkan untuk menjadi Sekolah Rujukan Google pada 2026.

Kutim saat ini memiliki 54 fasilitator Google for Education yang mendampingi proses peningkatan kapasitas guru.

Jumlah tersebut dinilai cukup besar dan menjadi salah satu yang terbanyak di tingkat nasional. “Terbanyak di Indonesia dan bahkan mungkin di Asia Pasifik,” kata Irma.

Selain peningkatan kompetensi, Disdikbud juga memperhatikan kesiapan infrastruktur pendukung.

Menurut Irma, pembelajaran digital sangat bergantung pada ketersediaan jaringan internet dan pasokan listrik yang stabil di satuan pendidikan yang tersebar di 18 kecamatan.

Ia menyebutkan layanan internet di sekolah khususnya SMP sudah berjalan dan terus diperluas. Untuk mendukung penggunaan perangkat digital seperti panel interaktif, sejumlah sekolah menerapkan sumber energi alternatif berupa solar panel berkapasitas 10.000 watt.

Penggunaan energi surya kata Irma membantu memastikan perangkat digital dapat beroperasi secara konsisten, terutama di wilayah yang belum memiliki pasokan listrik optimal.

"Jadi kita mengutamakan solar panel yang kapasitasnya 10.000 watt sehingga peralatan digital bisa digunakan. Saat ini sudah berjalan," tutupnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
#Disdikbud Kutim #Kandidat Sekolah Rujukan Google #Irma Yuwinda