Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ramadan Momentum Tanamkan Cinta Masjid pada Anak

R
Penulis: Redaksi KP❯

Ilustrasi orang tua membawa anak ke masjid
Ilustrasi orang tua membawa anak ke masjid


Advertisement

Kehadiran anak-anak di masjid selama Ramadan dinilai menjadi kabar baik bagi masa depan umat. Momentum bulan suci dianggap sebagai waktu yang tepat bagi orang tua untuk menanamkan kecintaan anak terhadap masjid sejak dini.

Pemerhati keluarga, Ustaz Zaitun Rasmin, mengatakan membawa anak ke masjid merupakan bagian penting dari proses pendidikan dan pembiasaan iman.

“Anak-anak tidak akan mencintai masjid jika mereka tidak pernah diperkenalkan sejak dini,” ujarnya.

Advertisement

Menurutnya, Ramadan menjadi momen yang tepat untuk mengenalkan anak pada kehidupan masjid, mulai dari salat berjamaah hingga mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa membawa anak ke masjid juga harus disertai dengan pembinaan adab. Masjid merupakan rumah Allah yang menuntut ketenangan dan penghormatan dari setiap jamaah.

Ia menekankan bahwa pendidikan mengenai adab masjid sebaiknya dimulai dari rumah. Orang tua perlu menjelaskan kepada anak bahwa masjid adalah tempat ibadah, bukan tempat bermain.

Advertisement

Ustaz Zaitun Rasmin
Ustaz Zaitun Rasmin

Selain itu, orang tua juga diminta tidak melepas anak tanpa pengawasan saat berada di masjid. Jika sebelum salat anak berinteraksi dengan teman-temannya, hal tersebut masih dapat ditoleransi. Namun ketika salat dimulai, anak sebaiknya berada di dekat orang tuanya.

“Jika sebelum salat anak berinteraksi dengan temannya itu masih bisa ditoleransi. Tapi saat salat dimulai, anak harus berada di dekat orang tuanya,” jelasnya.

Zaitun Rasmin juga menilai tidak perlu mengumpulkan anak-anak dalam satu saf khusus di bagian belakang masjid. Menurutnya, cara tersebut justru berpotensi menimbulkan keributan.

Sebaliknya, anak lebih baik berada di samping orang tuanya agar lebih mudah diarahkan selama pelaksanaan ibadah. Ia menambahkan bahwa pada masa Rasulullah, anak-anak juga hadir di masjid tanpa dipisahkan dalam kelompok khusus.

Di sisi lain, orang dewasa juga diharapkan dapat bersikap lebih bijak dalam menyikapi suara atau gerakan anak-anak yang terkadang muncul saat berada di masjid.

Menurutnya, anak memiliki tabiat alami yang tidak selalu dapat dikendalikan sepenuhnya. Karena itu, jamaah diharapkan tidak terlalu sensitif terhadap hal-hal kecil yang mungkin terjadi.

“Hadirnya anak-anak di masjid adalah investasi jangka panjang,” ujarnya.

Dari kebiasaan itulah diharapkan lahir generasi yang mencintai masjid, menjaga salat, serta memakmurkan rumah ibadah di masa depan. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Misteri Penembakan Pengeras Suara Masjid di Ciputat, Pelaku Diduga Gunakan Senapan Angin

Misteri Penembakan Pengeras Suara Masjid di Ciputat, Pelaku Diduga Gunakan Senapan Angin

Masjid di Kompleks Alvita Ciputat Tangsel dirusak. Empat pengeras suara bolong diduga akibat tembakan senapan angin, polisi selidiki kasus i

Serap Aspirasi Kamtibmas, Jajaran Polres PPU Datangi Masjid Lewat Subuh Keliling

Serap Aspirasi Kamtibmas, Jajaran Polres PPU Datangi Masjid Lewat Subuh Keliling

Polres PPU menggelar Subuh Keliling di empat polsek untuk menyerap aspirasi kamtibmas dan mempererat komunikasi bersama masyarakat.

Gelar Jumat Keliling di Masjid Al Amin, Wakapolres PPU Instruksikan Pendataan Warung Miras

Gelar Jumat Keliling di Masjid Al Amin, Wakapolres PPU Instruksikan Pendataan Warung Miras

Polres PPU menggelar Jumat Keliling di Masjid Al Amin, Nipah-Nipah. Wakapolres Kompol Roganda langsung instruksikan jajaran tindak lanjuti.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer