Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Berat Badan Melonjak Pasca-Lebaran? Ini Jawabannya!

A
Penulis: Ari Arief❯

Ilustrasi berat badan bertambah setelah Lebaran.
Ilustrasi berat badan bertambah setelah Lebaran.


Advertisement

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Banyak individu merasa heran ketika angka timbangan naik drastis setelah hari raya, padahal mereka merasa tidak makan secara berlebihan. Fenomena ini sebenarnya adalah dampak dari pergeseran gaya hidup selama libur panjang, mulai dari pola makan yang tidak terjadwal hingga penurunan intensitas aktivitas fisik.

Ingin mengetahui penyebab pemicu kenaikan berat badan tersebut? Simak terus tulisan ini.

Dominasi Hidangan Bersantan dan Berlemak

Advertisement

Menu ikonik seperti rendang, opor, dan gulai merupakan sumber kalori yang sangat padat karena penggunaan santan kental dan daging berlemak.

Kepadatan Kalori: Lemak jenuh dalam hidangan ini memerlukan waktu proses pencernaan yang lebih lama. Jika dikonsumsi setiap hari selama silaturahmi, surplus kalori tidak terhindarkan.

Efek Kombinasi: Lonjakan berat badan semakin cepat terjadi karena makanan berlemak tersebut biasanya disantap bersama karbohidrat dalam porsi besar, seperti ketupat atau nasi.

Advertisement

Dampak Kesehatan: Selain berat badan, pola makan ini jika tidak dikontrol dapat mengganggu metabolisme dan meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah.

Bahaya Tersembunyi dari Kue Kering

Meskipun ukurannya mungil, kudapan seperti nastar, kastengel, atau putri salju adalah "bom kalori". Bahan utamanya yang terdiri dari tepung terigu, gula, dan mentega membuat camilan ini sangat padat energi.

Konsumsi Tanpa Sadar: Tanpa terasa, seseorang bisa menghabiskan puluhan keping kue dalam sehari yang total kalorinya setara dengan satu porsi makan besar.

Respons Insulin: Gula yang tinggi memicu lonjakan glukosa darah. Jika energi ini tidak segera dibakar melalui aktivitas fisik, tubuh akan mengubah kelebihan gula tersebut menjadi cadangan lemak.

Hilangnya Kontrol Porsi dan Faktor Psikologis

Suasana hari raya sering kali menciptakan euforia yang membuat kita sulit mengontrol nafsu makan. Makan bersama keluarga besar menjadi simbol kebahagiaan, sehingga kita cenderung:

Mencicipi Semua Menu: Keinginan untuk mencoba setiap hidangan di meja makan membuat porsi makan harian meningkat dua hingga tiga kali lipat.

Adaptasi Pasca-Puasa: Tubuh yang terbiasa dengan porsi terbatas selama Ramadan tiba-tiba menerima asupan energi besar secara mendadak. Akibatnya, sistem metabolisme cenderung menyimpan kelebihan energi tersebut sebagai lemak tubuh.

Kurangnya Aktivitas Fisik dan Retensi Cairan

Selama liburan, aktivitas fisik biasanya menurun drastis karena lebih banyak waktu dihabiskan untuk duduk bersantai atau berkendara. Selain itu, konsumsi garam yang tinggi dari masakan lebaran dapat menyebabkan retensi cairan (tubuh menyimpan air lebih banyak), yang secara instan menambah angka pada timbangan.

Kenaikan berat badan setelah Lebaran bukanlah mitos, melainkan konsekuensi logis dari perubahan pola hidup yang singkat namun intens. Mengatur kembali porsi makan dan mulai berolahraga adalah langkah krusial untuk mengembalikan kebugaran tubuh.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Daftar Negara Kuliner Terbaik Dunia 2026, Indonesia Nomor Berapa?

Daftar Negara Kuliner Terbaik Dunia 2026, Indonesia Nomor Berapa?

​Siapa sangka kuliner Indonesia berhasil libas Thailand di kancah dunia! Cek peringkat mengejutkan Nusantara di sini.

Atasi Sembelit Tanpa Obat, Ahli Bagikan Tips Makanan dan Minuman Melancarkan BAB

Atasi Sembelit Tanpa Obat, Ahli Bagikan Tips Makanan dan Minuman Melancarkan BAB

Sering sembelit? Intip 6 makanan dan minuman alami pelancar BAB rekomendasi ahli, dari buah hingga kopi! Simak selengkapnya di sini.

Baju Menumpuk Tapi Merasa Tak Punya Pakaian, Begini Solusi Praktis Tata Lemari

Baju Menumpuk Tapi Merasa Tak Punya Pakaian, Begini Solusi Praktis Tata Lemari

Lemari penuh pakaian tetapi bingung memilih baju? Simak cara menata pakaian agar lebih mudah dipadukan dan kembali sering digunakan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer