KALTIMPOST.ID, Media sosial tengah heboh dengan istilah lavender marriage yang menjadi perbincangan hangat.
Istilah ini mendadak muncul setelah dugaan seorang artis ternama menjalani praktik ini mencuat. Apa sebenarnya lavender marriage dan mengapa kembali ramai dibahas?
"Istilah apalagi nih? Baru dengar soal lavender marriage," tulis seorang pengguna media sosial X. Unggahan seperti ini memenuhi linimasa, memicu rasa penasaran netizen.
Mengapa Disebut Lavender Marriage?
Menurut laman Marriage, lavender marriage adalah pernikahan antara pria dan wanita di mana salah satu atau keduanya merupakan homoseksual atau biseksual. Tujuannya bukan cinta romantis, melainkan untuk menjaga citra sosial.
Profesor Stephen Tropiano, penulis The Prime Time Closet: A History of Gays and Lesbians on TV, mengungkap fenomena ini populer di era 1920-an.
"Keputusan ini sering kali didorong oleh kebutuhan ekonomi dan tekanan karier," ujarnya.
Baca Juga: 10 Hukum Karma: Bukan Sekadar Mitos, Ini Rahasia Mengubah Takdirmu!
Alasan Di Balik Lavender Marriage
Pernikahan ini menawarkan perlindungan sosial, terutama di era di mana orientasi seksual tertentu belum diterima luas.
Selain itu, lavender marriage juga membantu individu menghindari tekanan keluarga yang menuntut mereka menikah dan membangun keluarga.
"Kadang, hubungan ini menawarkan ikatan persahabatan yang kuat, meskipun tanpa cinta romantis," jelas Tropiano.
Baca Juga: Mau Menaklukkan Hati Gen Z? Simak Kriteria Pasangan Idealnya!
Konsekuensi yang Harus Dihadapi
Namun, di balik semua itu, konsekuensi emosionalnya tidak ringan. "Tekanan untuk berpura-pura sering kali menyebabkan kecemasan dan depresi," ungkap laman Marriage. Tidak adanya cinta sejati juga dapat menciptakan konflik hubungan.
Mengapa Kembali Viral?
Kilas balik ke era modern, isu ini mencuat kembali karena semakin banyak orang yang berani membahas kehidupan pribadi mereka secara terbuka.
Namun, praktik ini masih dipandang sebagai pilihan sulit antara kebebasan pribadi dan penerimaan sosial. (*)
Editor : Dwi Puspitarini