Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jangan Asal Tidur saat Puasa! Begini Cara Mendapat Pahala dari Tidur di Bulan Ramadhan

Dwi Puspitarini • Sabtu, 15 Maret 2025 | 06:38 WIB
Ilustrasi. Jangan asal tidur saat puasa! Ketahui syarat dan amalan yang menjadikan tidur di bulan Ramadhan berpahala seperti ibadah.
Ilustrasi. Jangan asal tidur saat puasa! Ketahui syarat dan amalan yang menjadikan tidur di bulan Ramadhan berpahala seperti ibadah.

KALTIMPOST.ID, Tidur saat berpuasa sering dianggap sebagai cara untuk menghindari rasa lapar dan lemas.

Namun, tahukah kamu bahwa tidur di bulan Ramadhan bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar?

Dalam Islam, setiap perbuatan yang asalnya mubah (boleh dilakukan) bisa berubah menjadi ibadah jika dilandasi niat yang baik. Termasuk tidur.

Namun, tidak semua tidur saat puasa bisa mendatangkan pahala. Jika tidur hanya dilakukan karena malas atau ingin menghindari ibadah, maka tidak ada nilai ibadah di dalamnya.

Sebaliknya, tidur yang diniatkan agar tubuh lebih kuat dalam menjalankan ibadah, seperti sholat, membaca Al-Qur’an, dan berpuasa, bisa menjadi ladang pahala.

 Baca Juga: Jangan Biarkan Ngantuk Bikin Malas Tarawih! Ini 5 Cara Ampuh Atasi Kantuk Usai Berbuka!

Para ulama menjelaskan bahwa amalan yang awalnya bersifat mubah bisa menjadi ibadah jika bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Imam An Nawawi dalam Syarh Muslim (6/16) mengatakan:

"Sesungguhnya perbuatan mubah, jika dimaksudkan untuk mengharapkan wajah Allah Ta’ala, maka dia akan berubah menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan balasan (ganjaran)."

Begitu pula Ibnu Rajab dalam Latho-if Al Ma’arif (279-280) menjelaskan:

"Jika makan dan minum diniatkan untuk menguatkan badan agar bisa melaksanakan sholat dan puasa, maka itu bernilai pahala. Begitu juga jika seseorang berniat dengan tidurnya agar kuat dalam beribadah, maka tidur seperti ini bernilai ibadah."

Jadi, tidur yang dilakukan dengan niat untuk mempersiapkan diri dalam beribadah bisa mendapatkan pahala.

 Baca Juga: Bukan Segar, Minuman Ini Justru Bisa Bikin Perut Bermasalah saat Berbuka Puasa

Sunnah Tidur Rasulullah yang Bisa Ditiru

Agar tidur kita semakin bernilai ibadah, kita juga bisa mencontoh cara tidur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut beberapa sunnah yang beliau lakukan sebelum tidur:

  1. Tidur dalam Keadaan Berwudhu

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk berwudhu sebelum tidur. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Al Baro’ bin ‘Azib, beliau bersabda:

"Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka berwudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu." (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Tidur dengan Posisi Miring ke Kanan

Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (1/321-322) menjelaskan bahwa tidur dengan posisi miring ke kanan memiliki banyak manfaat, di antaranya memudahkan seseorang untuk bangun sholat malam dan lebih baik untuk kesehatan jantung.

 Baca Juga: Menangis saat Puasa, Batal atau Justru Berpahala? Ini Penjelasannya!

  1. Membaca Doa sebelum Tidur

Salah satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah sebelum tidur adalah:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا

"Bismika allahumma amuutu wa ahya" (Dengan nama-Mu, Ya Allah, aku mati dan aku hidup). (HR. Bukhari, no. 6324)

Kemudian saat bangun tidur membaca:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

"Alhamdulillahilladzii ahyaana ba’da maa amatana wailaihi nusyur" (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali). (HR. Bukhari, no. 6324)

 Baca Juga: Sikat Gigi saat Puasa, Batal atau Tidak? Ini Kata 4 Mazhab!

  1. Membaca Ayat Kursi dan Surah-Surah Pendek

Dalam hadits riwayat Bukhari, Rasulullah mengajarkan agar sebelum tidur membaca:

Hadits ini menunjukkan bahwa membaca ayat-ayat tertentu sebelum tidur bisa menjadi pelindung dari gangguan setan.

Tidur Siang (Qailulah) yang Dianjurkan

Tidur siang (qailulah) juga merupakan sunnah yang dianjurkan. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim, Rasulullah bersabda:

قيلوا فإن الشياطين لا تقيل

"Tidurlah qailulah (tidur siang), karena setan tidaklah mengambil tidur siang." (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1: 12; Akhbar Ashbahan, 1: 195, 353; 2: 69)

Ulama menjelaskan bahwa tidur siang bisa memberikan energi untuk beribadah, terutama sholat malam.

Namun, tidur siang tidak boleh berlebihan, karena bisa membuat seseorang malas dan melewatkan ibadah wajib.

Jadi, tidur saat puasa bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat yang benar. Rasulullah sendiri mencontohkan beberapa sunnah sebelum tidur yang bisa kita ikuti agar tidur kita lebih berkah. Selain itu, tidur siang (qailulah) juga dianjurkan agar tubuh lebih bertenaga untuk beribadah. Namun, tidur tidak boleh menjadi alasan untuk bermalas-malasan dan menghindari kewajiban ibadah.

Jadi, apakah tidur saat puasa ibadah? Jawabannya: bisa iya, bisa tidak. Semua tergantung pada niat dan tujuan kita dalam melakukannya. Yuk, niatkan tidur kita sebagai ibadah agar semakin berkah! ***

 

Editor : Dwi Puspitarini
#Tidur Saat Puasa #ibadah #pahala #ramadhan