Amalan ini mengandung keutamaan besar, bahkan dalam sejumlah riwayat disebutkan dapat menjadi sebab diampuninya dosa selama 80 tahun.
Selawat merupakan ibadah yang sangat dicintai oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Dalam hadis disebutkan bahwa siapa saja yang berselawat kepada Nabi Muhammad satu kali, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh kali selawat. Keutamaan ini menunjukkan betapa agungnya nilai selawat dalam kehidupan seorang Muslim.
Imam Asy-Syafi’i rahimahullah (150–204 H) menegaskan anjuran memperbanyak selawat, khususnya pada hari Jumat dan malamnya. Dalam kitab Al-Umm, beliau berkata:
وأحب كثرة الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم في كل حال وأنا في يوم الجمعة وليلتها أشد استحباب
Artinya:
“Aku menyukai memperbanyak selawat kepada Nabi dalam setiap waktu. Namun pada hari Jumat dan malamnya, aku lebih menganjurkannya karena adanya kesunnahan.”
(Al-Umm, Imam Asy-Syafi’i)
Alasan Dianjurkan Membaca Selawat di Hari Jumat
Rasulullah secara khusus memerintahkan umatnya untuk memperbanyak selawat pada hari Jumat. Berikut lima alasan utama yang menjelaskan keutamaannya:
1. Jumat adalah Hari Paling Mulia dan Waktu Mustajab Doa
Hari Jumat disebut sebagai penghulu seluruh hari (Sayyidul Ayyam). Kemuliaannya bahkan melebihi hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari ini terdapat waktu mustajab, yaitu saat doa seorang hamba akan dikabulkan oleh Allah SWT selama tidak meminta perkara yang haram.
Rasulullah bersabda:
قال النبي صلى الله عليه وسلم:
إنَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ سيِّدُ الأيَّامِ، وَأَعْظَمُهَا عِنْدَ اللهِ، وَهُوَ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ مِنْ يَوْمِ الْأَضْحى وَيَوْمِ الْفِطْرِ، فِيهِ خَمْسُ خِلَالٍ...
Artinya:
“Sesungguhnya hari Jumat adalah hari terbaik dan paling agung di sisi Allah, bahkan lebih agung daripada Idul Fitri dan Idul Adha. Pada hari itu terdapat lima peristiwa besar: Allah menciptakan Adam, menurunkannya ke bumi, mewafatkannya, terdapat waktu mustajab doa, dan pada hari itu pula kiamat akan terjadi.”
(HR Ahmad dan Ibnu Majah)
2. Selawat pada Hari Jumat Disampaikan kepada Rasulullah
Selawat yang dibaca pada hari Jumat atau malamnya akan disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini sebagaimana hadis dari Aus bin Aus radhiyallahu ‘anhu:
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيهِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ
Artinya:
“Sesungguhnya di antara hari-hari terbaik kalian adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah selawat kepadaku pada hari itu, karena selawat kalian akan diperlihatkan kepadaku.”
Para sahabat bertanya bagaimana selawat itu sampai kepada beliau setelah wafat. Rasulullah menjawab:
إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ
Artinya:
“Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para nabi.”
(HR Ibnu Majah dan Abu Dawud, sanad sahih)
3. Selawat Menjadi Sebab Gugurnya Dosa Puluhan Tahun
Dalam sejumlah riwayat dijelaskan bahwa memperbanyak selawat pada hari Jumat dapat menjadi sebab diampuninya dosa seorang hamba hingga 80 tahun. Hal ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT bagi hamba yang istiqamah berselawat kepada Nabi-Nya.
4. Mendapat Balasan Selawat Langsung dari Allah SWT
Setiap selawat yang dibaca tidak hanya bernilai pahala, tetapi juga dibalas langsung oleh Allah SWT. Rasulullah bersabda:
مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا
Artinya:
“Barang siapa berselawat kepadaku satu kali, maka Allah akan berselawat kepadanya sepuluh kali.”
(HR Muslim)
5. Bentuk Kecintaan dan Ketaatan kepada Rasulullah ﷺ
Memperbanyak selawat merupakan bukti cinta dan penghormatan seorang Muslim kepada Nabi Muhammad
Amalan ini juga menjadi tanda ketaatan atas perintah Rasulullah dan menjadi sebab diperolehnya syafaat beliau di hari kiamat.
Editor : Uways Alqadrie