SAMARINDA–Bos brand aksesoris teknologi JETE, Jhonny Thio Doran, masuk daftar jejeran tokoh pemuda berpengaruh dari berbagai sektor.
Dinilai memberikan kontribusi besar bagi perkembangan bisnis, inovasi, dan ekonomi kreatif di Indonesia yakni Fortune Indonesia 40 Under 40.
Masuknya Jhonny di daftar tersebut tidak lepas dari keberhasilan membangun bisnis aksesoris teknologi melalui brand JETE, serta mengembangkan jaringan ritel teknologi di bawah naungan Doran Group. Perusahaannya dinilai mampu menghadirkan produk teknologi yang kompetitif, sekaligus memperluas pasar brand lokal di industri aksesoris gadget.
Selain itu, ekspansi bisnis yang dilakukan JETE juga dinilai memberikan dampak ekonomi, termasuk membuka lapangan kerja serta memperluas jaringan distribusi produk teknologi lokal di berbagai kota di Indonesia. Saat ini JETE telah memiliki lebih 150 toko yang tersebar di seluruh Indonesia, dan menargetkan 200 toko pada 2026.
Meski kini mengembangkan bisnis dari Surabaya, Jhonny memiliki kedekatan dengan Samarinda. Dia pernah menempuh pendidikan menengah di SMA 1 Samarinda sebelum melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya.
Perjalanan bisnis Jhonny dimulai dari skala kecil. Saat masih kuliah, dia mulai berjualan berbagai produk teknologi secara daring hanya dari kamar indekos. Modal yang terbatas tidak menghalangi langkahnya membangun jaringan bisnis. Perlahan, usaha tersebut berkembang hingga akhirnya dia mendirikan brand JETE pada 2014 di Surabaya.
Brand tersebut berkembang pesat di pasar aksesoris gadget nasional. Produk JETE kini mencakup berbagai kebutuhan teknologi seperti earphone, power bank, charger, hingga perangkat pendukung gaming dan gaya hidup digital. Melalui jaringan distribusi yang luas, produk-produknya telah dipasarkan di berbagai kota di Indonesia.
Di bawah naungan Doran Group, perusahaan juga mengembangkan jaringan ritel yang terus bertumbuh. Salah satu tonggak penting adalah pembukaan official store pertama JETE di WTC Surabaya pada 2019. Sejak saat itu, jaringan penjualan terus diperluas untuk menjangkau pasar nasional.
Atas pencapaiannya tersebut, Jhonny menyebut, penghargaan itu menjadi motivasi untuk terus mengembangkan bisnis dan inovasi teknologi. “Masuknya saya ke daftar Fortune Indonesia 40 Under 40 merupakan sebuah kehormatan, sekaligus motivasi untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar bagi dunia bisnis dan teknologi di Indonesia,” ujarnya.
Dia turut menekankan perjalanan bisnis yang dirintis tidak selalu berjalan mulus. Menurut dia, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar yang harus dihadapi setiap pengusaha. “Dalam berbisnis, saya percaya tidak ada kata gagal. Yang ada hanya proses belajar untuk menjadi lebih baik dan terus berinovasi,” kata Jhonny.
Selain membangun brand, Jhonny juga aktif di berbagai organisasi kewirausahaan. Dia pernah menjabat sebagai Presiden Junior Chamber International East Java dan menjadi Sekretaris Jenderal Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia.
Pengakuan dari Fortune Indonesia tersebut menegaskan kiprah Jhonny sebagai salah satu pengusaha muda yang berpengaruh di sektor teknologi. Dari usaha kecil yang dirintis saat kuliah hingga memimpin jaringan bisnis nasional, kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak anak muda yang ingin terjun ke dunia wirausaha. (*)
Editor : Dwi Restu A