
KALTIMPOST.ID, MAHULU – Kualitas udara di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Berdasarkan pengukuran pada 4 November 2026, konsentrasi partikel debu PM10 di wilayah Ujoh Bilang dan Mamahak Besar mencapai angka 139.
Angka tersebut masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Kelompok ini meliputi anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Mahulu, dr. Petronela Tugan, menjelaskan bahwa secara umum udara di wilayah Mahulu masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, temuan PM10 di dua wilayah tersebut memerlukan perhatian serius.
"Secara umum kualitas udara di wilayah Mahulu masih menunjukkan kategori baik hingga sedang. Namun, khusus di wilayah Ujoh Bilang dan Mamahak Besar, PM10 outdoor sudah masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif," ujar Petronela dalam keterangan resminya.
Baca Juga: Biodata Abdul El-Sayed: Ini Istri, Orangtua dan Pendidikan Senator Muslim Pertama di Amerika Serikat
Hasil pengukuran menunjukkan PM10 luar ruangan di Ujoh Bilang dan Mamahak Besar berada di angka 139. Sementara itu, wilayah lain mencatat angka lebih rendah, yakni Laham (41), Long Hubung (33), Long Pahangai (29), dan Tiong Ohang (25).
Kondisi udara luar ruangan terdeteksi lebih buruk dibandingkan dalam ruangan. Hal ini diduga berkaitan dengan paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi saat ini.
Dinkes P2KB Mahulu mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, warga dianjurkan memakai masker N95 atau masker kain berlapis.
Selain itu, warga diminta menutup pintu dan jendela untuk meminimalisasi masuknya asap ke dalam rumah. Pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan secara berkala hingga kondisi kembali ke kategori baik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





