Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dua Belas Tahun Mahulu, dari Hulu yang Tak Pernah Menyerah

Jody Kristianto • Minggu, 14 Desember 2025 | 05:05 WIB
Angela Idang Belawan
Angela Idang Belawan

Oleh:

Angela Idang Belawan

Bupati Mahakam Ulu

KALTIMPOST.ID-Hari ini (14/12), di Ujoh Bilang, saya kembali menatap Mahakam Ulu (Mahulu) dengan perasaan yang sulit dijelaskan sepenuhnya. Ada bangga, ada haru, dan ada tanggung jawab yang terasa semakin berat.

Dua belas tahun usia Mahulu bukan sekadar angka. Ia adalah cerita tentang bertahan, tentang menunggu, dan tentang keyakinan bahwa dari hulu pun masa depan bisa dibangun.

Mahulu lahir dari kesabaran panjang masyarakatnya. Dari suara-suara yang dulu sering tak terdengar.

Dari wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau, namun terlalu penting untuk dilupakan. Dua belas tahun lalu, Mahulu hadir sebagai harapan. Harapan akan keadilan, akan kedekatan negara, akan masa depan yang lebih layak.

Hari ini, harapan itu belum selesai. Tapi ia hidup. Saya melihatnya di jalan-jalan yang mulai membuka keterisolasian.

Di pelayanan publik yang perlahan hadir lebih dekat. Di wajah-wajah warga kampung yang tidak lagi sekadar menunggu. Tetapi ikut menjaga dan membangun. Mahulu sedang tumbuh pelan, tapi dengan keyakinan yang kuat.

Sebagai daerah perbatasan, kami sering diuji. Jarak yang jauh, medan yang berat, dan keterbatasan yang berlapis kerap menguras tenaga dan emosi.

Namun justru di sanalah saya belajar. Mahulu tidak pernah meminta kemudahan, ia hanya meminta kesempatan.

Pada usia ke-12 itu, saya merasakan bahwa Mahulu sedang berdiri di ambang perubahan. Kita tidak lagi hanya membangun fondasi, tetapi mulai berlari mengejar ketertinggalan.

Fase ini menuntut keberanian-keberanian untuk berubah, untuk memperbaiki diri, dan untuk melaju lebih cepat tanpa meninggalkan siapa pun di belakang.

Tema “Bersatu untuk Melaju” bukan kalimat indah di baliho. Ia adalah keperluan. Karena Mahulu tidak akan bergerak jika kita tercerai. Persatuan adalah kekuatan paling sunyi namun paling menentukan.

Dari sanalah lahir keteguhan untuk menghadapi perubahan besar di sekitar kita, termasuk hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kini terasa semakin dekat.

Melaju berarti mengambil keputusan yang kadang tidak populer, tetapi perlu. Melaju berarti menata pemerintahan dengan lebih jujur, lebih terbuka, dan lebih berpihak pada masyarakat.

Melaju berarti menaruh harapan besar pada manusia Mahulu. Agar tumbuh sehat, berdaya saing, dan tetap berpijak pada nilai-nilai leluhur.

Arah pembangunan kami letakkan pada keadilan. Pada ekonomi rakyat yang bertumbuh dari potensi lokal.

Pada pembangunan wilayah yang tidak memusat, tetapi merata hingga ke hulu-hulu sungai.

Pada ketahanan sosial dan budaya yang menjaga jati diri Mahulu. Dan pada pemerintahan yang mau mendengar, bukan sekadar berbicara.

Saya tahu, perjalanan ini tidak ringan. Karena itu, rasa terima kasih ini saya tuliskan dengan sepenuh hati.

Untuk DPRD Mahulu yang terus berjalan bersama. Untuk para tokoh pemekaran yang tak lelah memperjuangkan daerah ini.

Untuk masyarakat Mahulu yang memilih bertahan, percaya, dan menjaga persatuan di tengah segala keterbatasan.

Hari jadi ke-12 ini bukan perayaan kemenangan. Ia adalah pengingat. Bahwa Mahulu masih harus terus diperjuangkan.

Bahwa daerah ini hidup karena orang-orangnya tidak menyerah. Dirgahayu Mahakam Ulu ke-12. Dari hulu yang setia menjaga harapan. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Bupati Mahulu Angela Idang Belawan #Mahakam Ulu #Kutai Barat