KALTIMPOST.ID, UJOH BILANG — Bupati Mahakam Ulu Angela Idang Belawan melalui Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk mengapresiasi kunjungan Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, yang meninjau langsung kondisi ketersediaan bahan pokok di daerah tersebut, Jumat (20/2).
Dalam peninjauan itu, Suhuk menyoroti masih ditemukannya kekosongan stok beras dan gula di tingkat toko. Ia berharap pemerintah pusat melalui Bulog dapat mempercepat pembangunan gudang atau fasilitas penyimpanan di Mahakam Ulu.
“Kami sangat mengapresiasi atas kunjungan Pak Direktur yang sekaligus meninjau. Ada beberapa hal yang sudah dibahas tadi, yang mudah-mudahan nanti kami dari pihak pemerintah daerah bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Suhuk.
Ia menambahkan, pihaknya berharap setelah melihat langsung kondisi di lapangan, Direktur dapat menyampaikan kebutuhan daerah kepada Bulog agar percepatan pembangunan gudang bisa segera terealisasi.
“Karena ada dua toko yang kita datangi tadi, ada salah satu toko itu yang tidak ada beras. Berasnya kosong, gulanya juga kosong. Jadi jangan sampai hal-hal seperti ini terulang terus,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa kunjungan tim pusat merupakan bagian dari upaya memastikan ketersediaan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional, khususnya Ramadan dan Lebaran.
“Jadi kami sengaja datang dari pusat. Kami dari Badan Pangan, ada dari Bulog, Polda, dan instansi terkait. Yang pertama, dalam rangka hari besar keagamaan, tentu pemerintah pusat dan daerah sama-sama memastikan bahwa sembako khususnya tersedia cukup dan terdistribusi merata ke masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah juga berkomitmen menjaga agar harga bahan pokok tetap terjangkau dan stabil.
Menurut Maino, pihaknya sepakat dengan masukan pemerintah daerah dan siap memberikan dukungan percepatan, termasuk rencana pembangunan gudang Bulog maupun gudang filial di Mahakam Ulu.
“Kami juga akan mensupport untuk mewujudkan segera, baik itu nanti pembangunan gudang Bulog ataupun filial. Kabupaten Mahulu saya pikir menjadi prioritas penting bagi pemerintah, terutama Bulog, untuk menyediakan ketersediaan pangan denga nbaik,” katanya.
Maino mengakui pihaknya cukup terkejut saat menemukan langsung adanya toko yang kehabisan stok beras di lapangan, meski telah dijelaskan terdapat kendala distribusi.
“Ini sampel di lapangan, kami cukup kaget juga. Jadi ada toko yang stok berasnya habis. Memang ada kendala distribusi, tapi mudah-mudahan kalau tersedia stok beras Bulog di sini, gudang Bulog ataupun gudang filial, itu bisa membantu masyarakat,” pungkasnya.
Ia berharap ke depan distribusi bisa lebih lancar, baik melalui pasar maupun jaringan toko, sehingga kebutuhan pangan masyarakat Mahakam Ulu tetap terpenuhi. (*)
Editor : Duito Susanto