Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Maruli Tolak Dijuluki “Jenderal Baut”, Semakin Antikritik, Semakin Jadi Sasaran

A
Penulis: Ari Arief❯

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.


Advertisement

KALTIMPOST.ID,JAKARTA- Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak akhirnya angkat bicara mengenai label "Jenderal Baut" yang disematkan warganet kepadanya.

Sebutan ini muncul setelah Maruli memberkan adanya indikasi perusakan atau sabotase baut pada jembatan darurat Bailey di lokasi pascabencana.

Jenderal Maruli menilai julukan tersebut tidak relevan dan mengabaikan fakta perjuangan personel TNI AD dalam memulihkan infrastruktur di zona bencana. Meski mengaku terbuka terhadap masukan, ia menyandang opini publik yang terkesan menyudutkan tanpa dasar kuat.

Advertisement

"Kritik itu baik untuk bahan evaluasi kami. Namun, seolah-olah jangan-olah menganggap kami melakukan banyak kesalahan padahal kenyataannya tidak demikian. Saya malah disebut 'Jenderal Baut' sekarang," keluh Maruli pada Rabu (7/1/2026).

Reaksi emosional sang jenderal memicu komentar dari mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji. Melalui akun X resminya, Susno mengingatkan para pemangku kebijakan agar lebih bijak menghadapi komentar pedas di jagat maya.

Advertisement

"Seorang pejabat publik, apa pun yang memposisikan, jika menanggapi kritik dengan kemarahan, maka ia justru akan semakin menjadi sasaran empuk warganet," tulis Susno.

Menantu Luhut Binsar Pandjaitan ini menegaskan bahwa dirinya tidak sekadar memerintah dari balik meja. Ia mengeklaim mengawali setiap proyek jembatan darurat mulai dari tahap logistik hingga penyelesaian teknis.

Maruli mengaku mengatur pergerakan satuan, transportasi material lewat laut, hingga penentuan titik koordinat jembatan. Ia terjun langsung mengurus pembelian material seperti armco dan memastikan proses pemasangannya berjalan sempurna hingga dapat digunakan warga.

Menurutnya, para prajurit telah bekerja habis-habisan di tengah medan yang ekstrem demi kepentingan masyarakat. “Anggota kami berjuang mati-matian di lapangan. Bagi saya pribadi, itu tidak menjadi beban. Silakan saja orang menjelaskan apa pun, yang terpenting hasil kerja TNI AD dirasakan langsung oleh korban bencana,” tutur Maruli.

Sindiran Balik untuk Pengkritik

Di akhir pernyataannya, Jenderal Maruli memberikan sindiran tajam kepada pihak-pihak yang dianggapnya hanya bisa mengkritik tanpa memahami kenyataan di lapangan. Ia merasa mereka yang berkomentar negatif justru memiliki pola pikir yang sempit.

"Dibandingkan mereka yang hanya bicara, sebenarnya pemikiran mereka itulah yang seukuran baut. Merekalah yang 'sebaut'," tegasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BBM Subsidi di PPU: Cek Realisasi Penyaluran dan Harga HET

BBM Subsidi di PPU: Cek Realisasi Penyaluran dan Harga HET

Pemkab PPU memantau distribusi BBM subsidi dan LPG 3 kg di Kecamatan Sepaku untuk pastikan penyaluran tepat sasaran dan harga sesuai HET.

Heboh Lokasi Koperasi Merah Putih Dianggap Terisolasi, Kemenkop Buka Suara

Heboh Lokasi Koperasi Merah Putih Dianggap Terisolasi, Kemenkop Buka Suara

Kemenkop evaluasi Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai terpencil. Lokasinya didekatkan ke sentra panen untuk serap cepat hasil bumi.

 Karhutla, DPR RI Minta Evaluasi Kinerja Menhut Raja Juli Antoni

Karhutla, DPR RI Minta Evaluasi Kinerja Menhut Raja Juli Antoni

Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna mendesak evaluasi Menhut Raja Juli Antoni terkait karhutla berulang dan evaluasi total pencegahan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer