Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Indonesia Dapat Kelonggaran Tarif Dagang dari AS, Tapi Ada Syaratnya

Dwi Puspitarini • Selasa, 23 Desember 2025 | 10:38 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

KALTIMPOST.ID, Kabar gembira datang dari Amerika untuk para petani dan pengusaha Indonesia!

Pemerintah Indonesia dan AS akhirnya sepakat untuk mempermudah aturan pajak perdagangan yang sudah dibahas sejak Juli lalu.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Washington, Selasa (23/12/2025), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membawa kabar baik mengenai penurunan hambatan dagang yang selama ini menjadi tantangan bagi komoditas unggulan Indonesia.

Salah satu poin paling krusial adalah kesepakatan penurunan tarif resiprokal. Jika sebelumnya tarif berada di angka 32%, kini kedua negara sepakat untuk memangkasnya menjadi 19%.

Kabar ini menjadi oase bagi komoditas seperti kelapa sawit, kakao, kopi, hingga teh yang kini mendapatkan pengecualian tarif.

Menko Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa pertemuan dengan pihak Amerika berjalan sangat positif.

"Pertemuan (dengan USTR) berjalan baik," kata Airlangga saat konferensi pers secara langsung dari Washington, Selasa (23/12/2025).

Namun, di balik pelonggaran tarif ekspor untuk hasil bumi Indonesia, Amerika Serikat ternyata memiliki ketertarikan khusus pada sumber daya alam Indonesia lainnya.

AS mengajukan syarat agar Indonesia membuka akses lebih luas untuk mendapatkan komoditas mineral kritis—bahan baku yang sangat penting bagi teknologi masa depan.

Airlangga menekankan bahwa kesepakatan ini bersifat timbal balik dan saling menguntungkan secara ekonomi bagi kedua belah pihak.

"Ini sifatnya komersial dan strategis, serta menguntungkan kegiatan ekonomi di kedua negara secara balance," papar Airlangga.

Selain soal mineral, AS juga menitipkan pesan agar Indonesia terus melakukan penyederhanaan aturan (deregulasi) yang selama ini dianggap menghambat arus perdagangan antarnegara.

"Pada joint statement yang lalu Indonesia memberikan komitmen untuk membuka akses pasar bagi Amerika Serikat, mengatasi isu-isu hambatan non-tarif yang menghambat kerja sama antar kedua negara," tegasnya.

Semua draf kesepakatan ini rencananya akan dikunci secara resmi pada akhir Januari 2026 mendatang.

Momen ini diprediksi akan menjadi sorotan dunia karena dokumen tarif dagang tersebut bakal ditandatangani langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump.

"Dan akan ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump," ucap Airlangga.

Senada dengan hal tersebut, Duta Besar Indonesia untuk AS, Dwisuryo Indroyono Soesilo, menyatakan bahwa pihaknya sudah mulai melakukan hitung mundur menuju agenda besar di awal tahun depan.

"Tentunya kami dari KBRI counting down kunjungan bapak presiden yang direncanakan akhir Januari. Sambil menunggu instruksi dari Jakarta kami bersiap-siap semoga berjalan lancar dan kesepakatan yang disepakati bisa langsung diimplementasikan karena tugas kami mengimplementasikan," tegas Indroyono. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#airlangga hartarto #tarif dagang #tarif ekspor Indonesia ke Amerika Serikat #indonesia #donald trump