Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gempa Pacitan Termasuk Megathrust, Berikut Wilayah dengan Risiko Tinggi dan Ancaman Seriusnya

Thomas Dwi Priyandoko • Jumat, 6 Februari 2026 | 12:16 WIB
Rumah warga di Ploso Pacitan yang rusak setelah gempa 6,2 magnitudo yang terjadi Jumat dini hari (6/2/2026). (Foto: Rumah Zakat)
Rumah warga di Ploso Pacitan yang rusak setelah gempa 6,2 magnitudo yang terjadi Jumat dini hari (6/2/2026). (Foto: Rumah Zakat)

KALTIMPOST.ID-Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 yang kemudian dikoreksi menjadi 6,2 mengguncang wilayah tenggara Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari (6/2/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan masyarakat patut bersyukur karena kekuatan gempa tidak mencapai magnitudo 7,0 yang berisiko menimbulkan tsunami.

“Gempa Pacitan ini tidak mencapai magnitudo 7,0, sehingga tidak berpotensi tsunami,” ujar Daryono, Jumat (6/2/2026).

Menurutnya, gempa tersebut termasuk jenis megathrust dengan mekanisme pergerakan naik atau thrusting.

Gempa terjadi pada kedalaman dangkal, sehingga getarannya terasa cukup kuat di permukaan.

Berdasarkan data BMKG, gempa terjadi pada pukul 01.06 WIB dengan episenter di koordinat 8,99 Lintang Selatan dan 111,18 Bujur Timur.

Pusat gempa berada di laut, sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, dengan kedalaman 10 kilometer.

Kedalaman yang relatif dangkal membuat guncangan dirasakan di berbagai wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Bali.

Intensitas gempa tercatat pada skala II hingga IV MMI, dengan getaran terkuat dirasakan di Pacitan, Bantul, dan Sleman.

Gempa Susulan Terjadi Dini Hari

Setelah gempa utama, BMKG mencatat adanya dua kali gempa susulan. Gempa susulan pertama berkekuatan magnitudo 3,7 terjadi pada pukul 01.11 WIB dengan kedalaman 19 kilometer.

Sementara gempa susulan kedua terjadi pada pukul 01.16 WIB dengan magnitudo 2,8 dan kedalaman 18 kilometer. Seluruh rangkaian gempa tersebut berpusat di wilayah laut tenggara Pacitan.

BMKG terus memantau aktivitas seismik di kawasan tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta mengikuti informasi resmi dari BMKG.

Tentang Gempa Megathrust

Gempa megathrust adalah gempa sangat kuat yang terjadi di zona subduksi, saat lempeng samudra menyusup ke bawah lempeng benua. Gempa ini dapat mencapai magnitudo 8,0–9,0 dan sering memicu tsunami besar.

Gempa megathrust terjadi akibat penguncian lempeng yang menyebabkan energi terus menumpuk.

Baca Juga: BREAKING NEWS Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Pacitan, Getaran Terasa Sampai Yogyakarta

Ketika tekanan melebihi batas gesekan, energi dilepaskan secara tiba-tiba, memicu gempa dan pergeseran dasar laut yang berpotensi menimbulkan tsunami.

Di Indonesia, gempa megathrust menjadi ancaman serius karena berada di jalur subduksi aktif. Risikonya meliputi tsunami, kerusakan infrastruktur, serta korban jiwa.

Wilayah pesisir Sumatra, Jawa, dan Bali termasuk daerah dengan tingkat risiko tinggi, sehingga diperlukan kesiapsiagaan dan mitigasi yang baik.(*)

 

 

Editor : Thomas Priyandoko
#megathrust #bmkg #gempa pacitan