Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Benarkah Nama Jokowi Muncul di Epstein Files? Begini Penjelasannya

Hernawati • Sabtu, 7 Februari 2026 | 08:23 WIB
Presiden ketujuh RI Joko Widodo.
Presiden ketujuh RI Joko Widodo.

KALTIMPOST.ID, Di akhir Januari 2026 Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) telah merilis jutaan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein.

Dalam dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files, banyak nama tokoh dunia tercantum, salah satunya nama presiden RI ketujuh yakni Joko Widodo (Jokowi). Kemunculan nama Jokowi pun menimbulkan spekulasi.

Perlu diketahui, Epstein Files merupakan kumpulan jutaan arsip hasil penyelidikan panjang terhadap Jeffrey Epstein, sosok kontroversial yang terseret kasus perdagangan seks anak dan dugaan jaringan elite global.

Di dokumen ini memuat berbagai catatan hukum, laporan keuangan, hingga arsip institusi global.

Adanya Nama Jokowi di Epstein Files, Apa Maknanya?

Kemunculan nama Jokowi tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan dalam tindak pidana.

Nama Presiden Joko Widodo muncul dalam beberapa dokumen berupa kliping pemberitaan dan laporan situasi politik Indonesia.

Penyebutan tersebut bersifat informatif dan tidak berkaitan dengan komunikasi ataupun relasi dengan Epstein.

Nama Jokowi disebut pada Epstein Files terkait konteks pantauan perencanaan investasi.

Mantan Presiden RI tersebut ada pada file dengan nama "JP Morgan 'Global Asset Allocation'" tanggal 25 Juli 2014.

Dokumen turut menyebutkan detail FOMC, US Bond, hingga perkiraan (Forecast) mengenai saham apakah Bearish atau Bullish.

“Di pasar negara berkembang, peristiwa politik penting adalah pemilihan presiden di Indonesia. Minggu ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan Widodo sebagai pemenang dengan selisih suara yang cukup besar. Meskipun calon presiden Prabowo kemungkinan akan menggugat hasil ini, para ahli strategi kami menolak intervensi konstitusional apa pun (ASEAN Equity Strategy, A. Srinath dkk., 13 Juli). Kami tetap optimistis terhadap prospek peningkatan tata kelola pemerintahan dan reformasi struktural yang seharusnya memberikan dorongan siklus bagi pasar saham Indonesia setelah pemerintah terbentuk (lihat Indonesia, Sin Beng Ong, 22 Juli),” bunyi dokumen Epstein.

Editor : Hernawati
#kasus Jeffrey Epstein #jeffrey epstein #Epstein Files #joko widodo #jokowi