Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Waspada Campak saat Silaturahmi Lebaran, Kemenkes Ingatkan Warga Tak Sembarang Sentuh Bayi

Ari Arief • Sabtu, 7 Maret 2026 | 14:09 WIB

SENTUH: Kebiasaan sentuh bayi dan balita pada silaturahmi Lebaran.
SENTUH: Kebiasaan sentuh bayi dan balita pada silaturahmi Lebaran.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Momentum hangat berkumpul bersama keluarga, terutama saat perayaan hari besar seperti Lebaran, sering kali diwarnai dengan aksi gemas menyentuh atau menggendong bayi dan balita.

Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan peringatan keras batasi kebiasaan tersebut demi mencegah lonjakan kasus campak.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni, menegaskan bahwa kontak fisik yang sembarangan menjadi pintu masuk utama penularan penyakit yang sangat infeksius ini.

"Kebiasaan asal sentuh anak bayi atau balita saat kumpul-kumpul keluarga, khususnya di momen Lebaran, sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari. Risiko penularan campak sangat tinggi di kondisi seperti itu," ujar Andi dalam konferensi pers, dikutip Sabtu (7/3).

Kenali Gejala dan Batasi Mobilitas

Baca Juga: Kabar Duka Donny Fattah Meninggal Dunia, Begini Pesan God Bless dari RS Fatmawati

Andi mengimbau para orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi kesehatan buah hati. Jika anak menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan, langkah medis harus segera diambil tanpa menunda.

"Jika anak mengalami demam yang disertai munculnya ruam kemerahan, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut," tambahnya.

Selain imbauan untuk tidak sembarang menyentuh, Kemenkes juga memberikan catatan khusus bagi keluarga yang anaknya sedang dalam kondisi tidak fit.

Isolasi mandiri anak dengan gejala demam dan ruam (suspek campak) dilarang keras ikut serta dalam keramaian atau acara keluarga.

Baca Juga: Mengenang Donny Fattah, Sosok di Balik Lagu 'Semut Hitam' yang Kini Telah Tiada

Hindari wisata yaitu selama masa pemulihan, orang tua diminta tidak membawa anak ke tempat rekreasi guna memutus rantai penularan.

Kemudian, tetap di rumah merupakan langkah terbaik bagi pengidap gejala suspek adalah beristirahat total di rumah hingga dinyatakan sembuh oleh tenaga medis.

"Intinya, jika ada gejala mengarah ke campak, sebaiknya tidak kumpul-kumpul dulu. Di rumah saja demi kebaikan bersama," kata Andi.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#balita #kemenkes #sentuh #lebaran #keluarga #campak #bayi #silaturahmi