Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hantu Nepotisme

M
Penulis: Muhammad Rizki❯


Advertisement

Herdiansyah Hamzah.
Herdiansyah Hamzah.

 

Advertisement

Oleh: Herdiansyah Hamzah

Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman, anggota KIKA dan SPK.

KALTIMPOST.ID- Di masa awal reformasi, kata “nepotisme” selalu disandingkan dengan diksi “korupsi” dan “kolusi”. Sehingga kita seringkali menyebut ketiga istilah tersebut dalam satu tarikan nafas, yakni korupsi, kolusi, dan nepotisme alias “KKN”.

Advertisement

Ketiganya seperti bersaudara, tetapi dengan makna intrinsik yang berbeda. Namun sayang, dalam perkembangan dan dinamika yang terjadi dalam sistem penyelenggaraan negara, publik lebih sering disuguhkan diksi “korupsi” dibanding dua saudaranya yang lain. Ada kesan seolah-olah hanya korupsi yang dianggap bermasalah secara hukum, sementara nepotisme dan kolusi lebih ditempatkan ke soal etika penyelenggara negara (ethics of government).

Cara pandang semacam ini jelas sangat berbahaya, sebab cenderung “permisif” terhadap tindakan nepotisme dan kolusi. Padahal, baik korupsi, kolusi, dan nepotisme, memiliki derajat kejahatan yang sama.

Nepotisme

Secara etimologi, kata nepotisme berasal dari bahasa Latin “nepos”, yang berarti keponakan atau cucu. Namun dalam referensi yang berbeda, kata nepotisme sendiri disaring dari asal usul yang beragam. Menurut Online Etymology Dictionary, nepotisme merupakan “favoritisme yang ditunjukkan kepada kerabat, terutama dalam pengangkatan jabatan tinggi,” 1660-an, dari bahasa Prancis népotisme (1650-an), dari bahasa Italia nepotismo, dari nepote “keponakan,” dari bahasa latin nepotem (nominatif nepos) “cucu, keponakan”.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kekuasaan, Konflik Kepentingan, dan Bayang-Bayang Nepotisme

Kekuasaan, Konflik Kepentingan, dan Bayang-Bayang Nepotisme

Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan tuai kritik usai angkat dua putranya jadi tenaga ahli. Benarkah langgar aturan konflik kepentingan?

Pengawal Gubernur Kaltim Disorot, Castro: Tak Heran, Watak Pemimpin dan Ajudan Sama

Pengawal Gubernur Kaltim Disorot, Castro: Tak Heran, Watak Pemimpin dan Ajudan Sama

Castro Unmul sebut aksi arogan ajudan cermin watak Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. Desak klarifikasi & minta maaf ke mahasiswa.

Investigasi Etik Unmul Tuntas, Ketua BEM KM dan 3 Mahasiswa Terancam Sanksi Rektorat

Investigasi Etik Unmul Tuntas, Ketua BEM KM dan 3 Mahasiswa Terancam Sanksi Rektorat

Komisi Etik Unmul serahkan hasil investigasi skandal BEM KM ke Warek III. 4 mahasiswa dituntut jawab kasus dana kebakaran & miras.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer