Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Resiliensi Kebebasan Akademik

R
Penulis: Redaksi KP❯

 


Advertisement

Herdiansyah Hamzah.
Herdiansyah Hamzah.

Oleh: Herdiansyah Hamzah

Advertisement

 

Dosen Fakultas Hukum Unmul, anggota KIKA dan SPK

KALTIMPOST.ID-Tahun 2026 ini menjadi tantangan berat bagi kebebasan akademik. Tantangan ini datang dari 2 kutub, rapuhnya iman para intelektual dan makin beringasnya tindakan represif kekuasaan. Mari kita analisis satu persatu situasi ini, setidaknya sebagai upaya untuk mempertahankan dan menjaga muruah kebebasan akademik.

Advertisement

Pertama, sebagai kaum intelektual, para civitas academica punya tanggungjawab besar untuk mengabdikan ilmu dan pengetahuannya bagi kepentingan rakyat banyak. Konsep ini yang juga kita kenal dengan istilah, “intelektual publik”, yakni kelompok intelektual yang memiliki prinsip pokok bahwa ilmu dan pengetahuan itu tidak cukup hanya disimpan dalam kepala.

Namun harus dipersembahkan untuk kerja-kerja kemanusiaan, sepenuhnya untuk kepentingan umat manusia di bawah kolong langit ini. Namun belakangan ini, situasinya seolah terbalik, Dimana tugas-tugas civitas academica sebagai “intelektual publik” justru berganti rupa menjadi apa yang disebut sebagai, “intelektual kelas kambing”, yakni kelompok intelektual yang kehilangan prinsip dan kewarasan intelektualnya karena uang, kuasa, dan jabatan.

Kedua, kekuasaan yang makin bergerak ke arah otoritarianisme, cenderung makin represif. Sensor dan pembatasan makin diaktifkan. Bahkan berlindung dibalik produk hukum yang dibuat sebagai alat meraup untung dan kuasa bagi kelompoknya sendiri (autocratic legalism). Kriminalisasi, penangkapan, dan pembatasan kebebasan berekspresi, sudah menjadi pemandangan jamak belakangan ini.

Tidak hanya melalui aparatur pemaksanya (coersive institution) seperti polisi dan tentara, kuasaan juga tidak henti-hentinya menebar ancaman dan pembatasan kebebasaan berekspresi warga negaranya melalui serangkaian produk hukum represif.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Democrazy Kampus

Democrazy Kampus

Kampus tersandera upaya kooptasi kekuasaan, yang bahkan sengaja didesain dalam proses Pemilihan Rektor (Pilrek).

Pengawal Gubernur Kaltim Disorot, Castro: Tak Heran, Watak Pemimpin dan Ajudan Sama

Pengawal Gubernur Kaltim Disorot, Castro: Tak Heran, Watak Pemimpin dan Ajudan Sama

Castro Unmul sebut aksi arogan ajudan cermin watak Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud. Desak klarifikasi & minta maaf ke mahasiswa.

Investigasi Etik Unmul Tuntas, Ketua BEM KM dan 3 Mahasiswa Terancam Sanksi Rektorat

Investigasi Etik Unmul Tuntas, Ketua BEM KM dan 3 Mahasiswa Terancam Sanksi Rektorat

Komisi Etik Unmul serahkan hasil investigasi skandal BEM KM ke Warek III. 4 mahasiswa dituntut jawab kasus dana kebakaran & miras.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer