
Oleh:
Prof Bambang Irawan
Guru Besar Administrasi Publik Universitas Mulawarman
KALTIMPOST.ID-Beberapa hari lalu, dalam perjalanan kembali ke Samarinda, beberapa kali saya melewati SPBU dengan antrean kendaraan yang cukup panjang. Di beberapa titik, antrean bahkan sudah mengambil sebagian badan jalan.
Perjalanan melambat, sementara orang-orang harus menyediakan waktu lebih lama hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Baca Juga: LAPSUS: Antrean Pertalite Mengular di Kaltim tapi Pengecer BBM Menjamur, SPBU Harus Diaudit
Pemandangan semacam ini sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru di Kaltim, bahkan mungkin sudah terlalu sering.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan akses bahan bakar minyak (BBM) kita?
Pertanyaan itu semakin mengusik ketika saya membaca tulisan Pemimpin Redaksi Kaltim Post Romdani di media sosial beberapa waktu lalu yang menyoroti ironi Balikpapan.
Di mana Kilang Pertamina begitu dekat, namun pengendara untuk mendapatkan pertalite ternyata tidak selalu mudah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





