Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DBD Kembali Teror Warga Paser, Tahun Lalu Ratusan Orang Terjangkit

M
Penulis: Muhammad Najib❯
 PERHATIAN: Tahun lalu masih ditemukan ratusan warga di Paser terjangkit DBD. Tepatnya ada 243 kasus.
 PERHATIAN: Tahun lalu masih ditemukan ratusan warga di Paser terjangkit DBD. Tepatnya ada 243 kasus.

TANAH GROGOT - Mitigasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Paser terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) sepanjang 2025 masih belum maksimal. Sebab tahun lalu masih ditemukan ratusan warga terjangkit DBD di wilayah ini. Tepatnya ada 243 kasus.


Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan (Dinker) Paser Amri Yulihardi mengatakan, dari ratusan kasus DBD yang ditangani pada periode Januari-Desember 2025, lonjakan kasus terjadi di pertengahan tahun, yakni pada Mei sebanyak 40 kasus dan Juni sebanyak 51 kasus.

“Puncak kenaikan kasus DBD terjadi sampai dengan Juni, kemudian kasusnya mengalami penurunan signifikan hingga akhir tahun,” katanya, Minggu (11/4).

Berdasarkan sebaran per wilayah, DBD paling banyak ditangani oleh Puskesmas Suliliran Baru di Kecamatan Paser Belengkong. Sebanyak 79 kasus. Kemudian di Puskesmas Tanah Grogot Kecamatan Tanah Grogot sebanyak 46 DBD.

Advertisement

Terjadinya kenaikan tren kasus DBD membuat pemerintah daerah sempat mengeluarkan surat edaran terkait kewaspadaan DBD yang ditujukan ke seluruh kecamatan. "Untuk sekarang mulai Januari kami masih menyurati ke masing-masing Puskesmas supaya waspada terhadap DBD," kata Amri.

Upaya yang dilakukan Dinkes Paser berupa imbauan gotong royong kepada masyarakat melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) lewat tindakan 3M (meguras, menutup dan mengubur).

Menurutnya, upaya pencegahan penyakit DBD perlu kesadaran bersama, terutama membasmi tumpukan sampah yang dapat menyebabkan terjadinya genangan air hingga akhirnya bisa dijadikan sarang nyamuk.

Advertisement

Faktor cuaca seperti musim hujan dianggap bukan satu-satunya faktor yang menjadi pemicu munculnya sarang nyamuk karena menimbulkan genangan air.

"Mungkin juga dari penampungan air warga yang tidak tertutup, jadi bukan hanya cuaca, tapi bisa dari perilaku kita yang menyebabkan genangan air," kata Amri.

Terkait fogging, disebutkan pemerintah tetap melaksanakan apabila terdapat wilayah yang ditemukan kasus DBD, minimal 2 orang di wilayah tersebut.

Hanya saja fogging dianggap tidak efektif, karena hanya dapat mematikan nyamuk sesaat, tidak memberantas langsung dari sumbernya atau jentik nyamuk. Penyebab utamanya jentik nyamuk, sehingga solusi yang paling tepat adalah gerakan gotong royong PSN. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Porprov VIII Kaltim 2026: Paser Siap Sambut 14 Ribu Tamu

Porprov VIII Kaltim 2026: Paser Siap Sambut 14 Ribu Tamu

Tuan rumah Paser terus memantapkan diri, menyambut 14 ribu atlet dan official yang bakal bertanding di puluhan cabang olahraga di Porprov.

Bidik Juara Umum, Sambo Balikpapan Percaya Diri Sikat 7 Emas di Porprov Paser

Bidik Juara Umum, Sambo Balikpapan Percaya Diri Sikat 7 Emas di Porprov Paser

Tim sambo Balikpapan targetkan 7 medali emas dan juara umum di Porprov Kaltim VIII/2026 di Paser. Sebanyak 23 atlet telah disiapkan.

Operasi Patuh Mahakam 2026: Info Pemutihan Pajak Kendaraan

Operasi Patuh Mahakam 2026: Info Pemutihan Pajak Kendaraan

Tidak sekadar menindak pelanggaran terhadap pengendara, Operasi Patuh Mahakam di Paser juga diharapkan bisa membuat pengendara patuh pajak.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer