Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minim Tenaga Ahli, Perluasan Program Makan Bergizi Gratis di Paser Terhambat

M
Penulis: Muhammad Najib❯

Momen tinjauan program MBG di Kabupaten Paser oleh Pemprov Kaltim. (NAJIB/KP)
Momen tinjauan program MBG di Kabupaten Paser oleh Pemprov Kaltim. (NAJIB/KP)


Advertisement


KALTIMPOST.ID - TANAH GROGOT – Rencana ekspansi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke wilayah pelosok di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, menemui kendala serius. Kurangnya ketersediaan tenaga ahli gizi dan akuntan profesional menjadi faktor utama yang menghambat pembangunan puluhan dapur umum di tingkat kecamatan dan desa.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kabupaten Paser, Arthi Nithiyasari, mengungkapkan bahwa keberadaan kedua profesi tersebut merupakan syarat mutlak yang ditetapkan dalam standar nasional. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memiliki pengawasan gizi yang ketat serta akuntabilitas keuangan yang transparan.

"Keberadaan ahli gizi dan akuntan di setiap SPPG bersifat wajib dan tidak dapat ditawar. Standar tinggi ini ditetapkan untuk memastikan kualitas nutrisi dan ketepatan regulasi anggaran pusat," ujar Arthi di Tanah Grogot, Kamis (15/1).

Berdasarkan rencana strategis, Kabupaten Paser membutuhkan sedikitnya 90 orang ahli gizi dan 90 orang akuntan. Jumlah ini disesuaikan dengan target pembangunan 90 titik SPPG yang akan tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Kelangkaan tenaga ahli ini pun mulai berdampak pada keraguan para investor yang berencana mengelola fasilitas dapur tersebut.

Untuk mengatasi kebuntuan tersebut, pengelola program kini membuka rekrutmen secara luas. Peluang kerja tidak hanya dikhususkan bagi warga lokal, tetapi juga pelamar dari luar daerah Paser. Meski pendaftaran telah dibuka, jumlah pelamar hingga saat ini dilaporkan masih belum memenuhi kuota yang dibutuhkan.

Pemerintah Kabupaten Paser bersama BGN terus melakukan koordinasi intensif guna mencari solusi cepat atas krisis SDM ini. Percepatan rekrutmen dinilai krusial agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini dapat segera dirasakan oleh pelajar di daerah terpencil.

Selain untuk memenuhi asupan nutrisi pelajar, keberhasilan program MBG di Paser diproyeksikan menjadi pilar utama pemerintah daerah dalam menekan angka stunting di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. (*/riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Beda Keterangan, BGN Sebut Disetop, Distribusi MBG di SDN 012 Bontang Selatan Tetap Lanjut

Beda Keterangan, BGN Sebut Disetop, Distribusi MBG di SDN 012 Bontang Selatan Tetap Lanjut

Meski BGN sebut disetop sementara, MBG di SDN 012 Bontang Selatan tetap dibagikan. Dinkes tunggu hasil sampel Labkesda.

Tagih Hak Dapur MBG hingga Rp 3,5 Miliar, Perkumpulan Mitra Datangi Kantor BGN

Tagih Hak Dapur MBG hingga Rp 3,5 Miliar, Perkumpulan Mitra Datangi Kantor BGN

Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) datangi kantor BGN. Keluhkan pembayaran dapur MBG yang tak kunjung cair hingga harus berutang.

Nanik S Deyang Buka Suara Usai Mundur dari BGN, Akui Dihubungi Jaksa Agung Saat Jalani Pengobatan

Nanik S Deyang Buka Suara Usai Mundur dari BGN, Akui Dihubungi Jaksa Agung Saat Jalani Pengobatan

Nanik S Deyang menegaskan pengunduran dirinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) murni karena alasan kesehatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer