TANAH GROGOT - Belum terjangkaunya jaringan listrik sebagai kebutuhan dasar masyarakat masih menjadi persoalan di Kabupaten Paser. Hingga saat ini, masih terdapat sejumlah desa yang belum menikmati aliran listrik dari PLN. Mayoritas adalah daerah terpencil.
Ketua Komisi III DPRD Paser, Abdul Azis, mengungkapkan kondisi di beberapa desa terpencil seperti Desa Kepala Telake dan Desa Sebakung sangat membutuhkan aliran listrik.
Kedua desa tersebut menjadi perhatian karena masyarakatnya masih sangat membutuhkan akses listrik yang memadai untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kami terus mendorong agar persoalan listrik di desa-desa terpencil bisa segera dituntaskan. Akses listrik sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan dasar lainnya,” kata Abdul Azis, Selasa 24 Maret 2026.
Baca Juga: Akomodir Pegawai Honorer yang Belum P3K Sebanyak 946 Orang, Pemkab Paser Terapkan Skema PJLP
Terpisah, Manajer PLN ULP Tanah Grogot Raka Gandhi menyebut terdapat 6 desa yang saat ini masih belum terjangkau jaringan listrik PLN.
Desa-desa yang dimaksud antara lain, Rantau Layung dan Rantau Buta di Kecamatan Batu Sopang, Selengot dan Labuangkallo di Kecamatan Tanjung Harapan, Kepala Telake di Kecamatan Long Ikis, dan Harapan Baru di Kecamatan Kuaro.
Menurutnya, kondisi geografis serta keterbatasan infrastruktur menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan jaringan listrik di wilayah tersebut.
Raka membeberkan bahwa PLN telah menyiapkan beberapa program untuk memperluas akses listrik di wilayah Paser.
Baca Juga: Kebakaran Tanah Grogot Dini Hari, 4 Bangunan dan 5 Kendaraan Hangus
Rencana yang disiapkan untuk daerah yang sulit dijangkau dengan opsi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun 2027.
Untuk beberapa wilayah yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional, akan diprioritaskan menggunakan PLTS. Program ini direncanakan mulai dikerjakan pada 2027,” jelas Raka.
Sementara itu, untuk perluasan jaringan listrik konvensional, PLN telah memasukkan beberapa desa dalam rencana program pembangunan jaringan pada 2028.
Di antaranya adalah Desa Kepala Telake di Kecamatan Long Ikis dan Desa Sebakung di Kecamatan Long Kali. Selain itu, persoalan listrik Desa Muara Toyu juga menjadi sorotan karena desa tersebut masih terdapat lebih dari 20 kepala keluarga (KK) yang belum mendapatkan aliran listrik.
Baca Juga: Paser Bakal Bangun Kampus Besar, Gedung Mewah Sudah Disiapkan di Desa Janju
Menanggapi hal tersebut, pihak PLN ULP Tanah Grogot menyatakan akan segera melaporkan kondisi tersebut kepada kantor PLN di Balikpapan agar dapat segera dilakukan survei lapangan.
“Untuk wilayah Muara Toyu yang masih ada sekitar 20 KK belum teraliri listrik, kami akan melaporkan terlebih dahulu ke Balikpapan agar segera dijadwalkan survei,” jelasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki