Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kunjungan Mendadak Wabup PPU ke PAUD–SD Al Banjari: Ada Apa dengan Program Makan Bergizi Gratis?

Ahmad Maki
Penulis: Ahmad Maki❯


Advertisement

Wabup PPU, Abdul Waris Muin, mengamati makanan bergizi yang disantap anak-anak PPU.
Wabup PPU, Abdul Waris Muin, mengamati makanan bergizi yang disantap anak-anak PPU.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Pagi di Penajam bergerak dinamis ketika aktivitas dapur penyedia makanan bergizi mulai menggeliat.

Di sekolah-sekolah, anak-anak PAUD dan SD tengah bersiap menyambut jam makan, sementara para petugas memastikan semuanya tersaji tepat waktu.

Di tengah rutinitas itu, perhatian publik pun tertuju pada satu kunjungan penting yang dilakukan pemerintah daerah. Sorotan ini muncul seiring komitmen memastikan program pelayanan gizi berjalan tanpa hambatan.

Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, mendatangi PAUD dan SD Al Banjari untuk memantau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Advertisement

Ia hadir bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan jajaran Pemerintah Kabupaten PPU, Rabu (26/11/2025).

“Program Makan Bergizi Gratis ini saya rasa bagus sekali,” ujar Waris Muin saat meninjau penyajian menu harian bagi anak-anak.

Setelah melihat proses penyajian di sekolah, rombongan bergerak mengunjungi dua dapur SPPG di Penajam dan Gunung Steleng. Tujuannya memastikan pengolahan serta pendistribusian makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Secara umum, Waris menilai pelaksanaan program sudah baik. Meski begitu, ia menyebut masih ada beberapa hal kecil yang patut diperbaiki.

“Walaupun ada sedikit kekurangan, tapi itu tidak mengurangi apa yang dibuat dapur itu sendiri. Bagus, alhamdulillah berjalan dengan baik,” tuturnya.

Salah satu catatan yang ia soroti adalah porsi makan anak yang sering tidak habis karena perbedaan kebiasaan makan.

Menurutnya, hal tersebut wajar terjadi, terutama bagi anak-anak yang belum terbiasa dengan menu bergizi.

“Namanya anak TK dan SD, porsinya kadang tidak dihabiskan,” katanya.

Ia menilai variasi menu dapat menjadi solusi agar anak-anak lebih bersemangat menyantap hidangan. Sementara soal rasa, Waris mengingatkan bahwa perbedaan selera adalah hal lumrah.

“Dalam satu keluarga saja selera bisa berbeda. Ada yang merasa asin sedikit, ada yang kurang garam. Itu wajar,” ucapnya.

Waris mengatakan Bupati telah memberi arahan agar dapur penyaji tetap mengikuti standar dan tidak menurunkan kualitas menu.

Dari sisi pendistribusian, ia memastikan makanan selalu tiba tepat waktu.

“Pendistribusinya bagus. Sebelum jam delapan sudah ada di meja, sudah standby. Begitu masuk jamnya langsung dibagikan,” jelasnya.

Ia berharap standar baik ini juga diikuti wilayah lain yang menjalankan program serupa.

“Mudah-mudahan program Presiden Prabowo ini sampai akhir juga bisa berjalan baik semua,” tambahnya.

Pemkab PPU, lanjut Waris, secara rutin memantau pelaksanaan MBG. Ia meminta dinas terkait melakukan evaluasi minimal sebulan sekali, terutama untuk merespons isu-isu yang berkembang.

“Kadang satu anak mual, tapi diberitakan seolah seratus anak keracunan. Itu yang harus kita antisipasi,” tegasnya.

Soal kebersihan dapur, Waris memastikan fasilitas SPPG telah memenuhi syarat higienitas.

“Kebersihannya relatif bagus. Yang penting persyaratan dapur dijalankan. Airnya pakai Aqua, peralatan dicuci bersih dan steril,” paparnya.

Ia juga menegaskan dapur terkait telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). “Saya lihat tadi sudah ada,” ujarnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Beda Keterangan, BGN Sebut Disetop, Distribusi MBG di SDN 012 Bontang Selatan Tetap Lanjut

Beda Keterangan, BGN Sebut Disetop, Distribusi MBG di SDN 012 Bontang Selatan Tetap Lanjut

Meski BGN sebut disetop sementara, MBG di SDN 012 Bontang Selatan tetap dibagikan. Dinkes tunggu hasil sampel Labkesda.

Tagih Hak Dapur MBG hingga Rp 3,5 Miliar, Perkumpulan Mitra Datangi Kantor BGN

Tagih Hak Dapur MBG hingga Rp 3,5 Miliar, Perkumpulan Mitra Datangi Kantor BGN

Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) datangi kantor BGN. Keluhkan pembayaran dapur MBG yang tak kunjung cair hingga harus berutang.

Nanik S Deyang Buka Suara Usai Mundur dari BGN, Akui Dihubungi Jaksa Agung Saat Jalani Pengobatan

Nanik S Deyang Buka Suara Usai Mundur dari BGN, Akui Dihubungi Jaksa Agung Saat Jalani Pengobatan

Nanik S Deyang menegaskan pengunduran dirinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) murni karena alasan kesehatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer