Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Sanksi Jika Dugaan Keracunan MBG Terbukti Disengaja

Ahmad Maki
Penulis: Ahmad Maki❯

 

Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara bersama Abdul Waris Muin (kanan) saat meresmikan SPPG Polres PPU.   
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara bersama Abdul Waris Muin (kanan) saat meresmikan SPPG Polres PPU.  

PENAJAM - Kapolres Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Andreas Alek Danantara menegaskan, akan ada sanksi tegas apabila hasil pemeriksaan insiden dugaan keracunan siswa SD 008 Waru mengarah pada unsur kesengajaan. Insiden yang terjadi Rabu (11/2/2026) itu membuat 25 siswa SD 008 Waru mengalami mual, muntah, dan pusing secara bersamaan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG).


Advertisement

Rinciannya, 25 siswa SD dan 2 siswa SMA yang merupakan penerima manfaat MBG pada siang hari. Sementara siswa SD yang menerima MBG pada pagi hari dilaporkan tidak mengalami keluhan.

“Untuk saat ini tim kesehatan, Polres, serta Pemda turun langsung ketika terjadi kejadian luar biasa tersebut. Ada 25 anak yang mengalami mual, muntah, dan pusing. Itu 25 siswa SD dan 2 siswa sekolah tingkat lanjutanpenerima manfaat siang hari,” ujar Andreas, usai meresmikan SPPG Polres PPU, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan, menu yang disajikan saat itu terdiri dari telur, sayur, buah, puding. Serta tahu kecap. Seluruh sampel makanan telah diamankan dan diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan uji laboratorium.

Advertisement

“Menunya sesuai yang diwajibkan. Sampel sudah kami ambil bersama Dinas Kesehatan PPU, dan saat ini sedang proses uji laboratorium. Kami ingin memastikan apakah keluhan anak-anak itu disebabkan oleh kandungan dalam menu yang disiapkan,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya unsur pidana, Andreas menyebut sejauh ini belum ditemukan indikasi yang mengarah pada unsur membahayakan nyawa. Namun, ia menegaskan proses pendalaman tetap dilakukan.

“Belum sampai pada unsur membahayakan, tetapi akibatnya anak-anak mengalami pusing dalam waktu yang bersamaan. Kecenderungannya mungkin dari makanan. Nanti kita lihat setelah pengembangan berikutnya. Kalau ada unsur kesengajaan, pasti tetap harus ada proses,” tegasnya.

Advertisement

Ia menambahkan, pada prinsipnya seluruh pihak memiliki niat baik untuk menyukseskan program MBG sebagai bagian program nasional Presiden Prabowo Subianto. Namun demikian, penegakan aturan tetap akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran.

“Hasil laboratorium paling cepat tiga hari. Ini sudah hari kedua. Kita tunggu hasil resminya. Kalau memang nanti ada unsur kesengajaan, tentu akan ada sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala UPT Puskesmas Waru Rohani menginformasikan kepada media ini. Siswa - siswi yang mengalami KLB sebanyak 27 orang. "Mas maaf, untuk jumlah setelah di urutkan penomoran 27 mas," sebut Rohani melalu pesan singkat WhatsApp kepada media ini. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Beda Keterangan, BGN Sebut Disetop, Distribusi MBG di SDN 012 Bontang Selatan Tetap Lanjut

Beda Keterangan, BGN Sebut Disetop, Distribusi MBG di SDN 012 Bontang Selatan Tetap Lanjut

Meski BGN sebut disetop sementara, MBG di SDN 012 Bontang Selatan tetap dibagikan. Dinkes tunggu hasil sampel Labkesda.

Tagih Hak Dapur MBG hingga Rp 3,5 Miliar, Perkumpulan Mitra Datangi Kantor BGN

Tagih Hak Dapur MBG hingga Rp 3,5 Miliar, Perkumpulan Mitra Datangi Kantor BGN

Mitra Program Makan Bergizi Gratis (MBG) datangi kantor BGN. Keluhkan pembayaran dapur MBG yang tak kunjung cair hingga harus berutang.

Nanik S Deyang Buka Suara Usai Mundur dari BGN, Akui Dihubungi Jaksa Agung Saat Jalani Pengobatan

Nanik S Deyang Buka Suara Usai Mundur dari BGN, Akui Dihubungi Jaksa Agung Saat Jalani Pengobatan

Nanik S Deyang menegaskan pengunduran dirinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) murni karena alasan kesehatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer