Beasiswa PPU 2026 Dipangkas Jadi Rp1,8 Miliar, Ribuan Mahasiswa Sudah Daftar


KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,892 miliar untuk program beasiswa tahun 2026. Jumlah tersebut turun drastis dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp4,5 miliar.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda PPU, Hendro Susilo, melalui stafnya, Boby, memastikan penurunan anggaran tidak menghentikan program kerja sama pendidikan yang selama ini berjalan.
Pendaftaran beasiswa resmi dibuka sejak 15 Mei 2026. Tahun ini, kuota penerima ditargetkan menyasar sekitar 300 mahasiswa dan pelajar.
“Sampai saat ini, berdasarkan data registrasi akun, total sudah mencapai 1.456 akun. Namun, belum semuanya melengkapi resume berkas permohonan. Update terakhir, sekitar 249 berkas sudah masuk dari semua kategori, 11 dinyatakan tidak sesuai, dan 80 telah diterima,” ujar Boby saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5/2026).
Boby menjelaskan, program Beasiswa PPU 2026 dibagi menjadi tiga kategori utama, yakni stimulan, Nawa Sena, dan religi.
Untuk kategori stimulan, Pemkab PPU mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar. Bantuan ini menyasar mahasiswa berprestasi hingga santri dengan rincian bantuan sebagai berikut:
- Prestasi D3 sebesar Rp2,5 juta per penerima dengan kuota 12 orang.
- Prestasi S1 dan D4 sebesar Rp2,5 juta per penerima dengan kuota 96 orang.
- Bantuan tugas akhir sebesar Rp3,5 juta dengan kuota 92 orang.
- Santri sebesar Rp3 juta dengan kuota 40 orang.
- Sekolah dokter sebesar Rp7,5 juta dengan kuota 10 orang.
- Koas kedokteran sebesar Rp15 juta dengan kuota 5 orang.
Sementara itu, kategori Nawa Sena mendapat alokasi anggaran sebesar Rp715 juta. Program ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin, penyandang disabilitas, serta program khusus mahasiswa Universitas Gunadarma.
“Masyarakat miskin diberikan bantuan biaya UKT penuh yang nominalnya menyesuaikan besaran UKT di masing-masing universitas. Untuk disabilitas diberikan Rp5 juta per orang, sedangkan mahasiswa Gunadarma juga mendapat bantuan biaya UKT,” jelas Boby.
Adapun kategori religi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp225 juta. Program tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi bagi para penghafal Alquran.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




