Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkatkan Kualitas Pelayanan, PPU Seleksi 30 Program Inovasi

A
Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi, memberikan arahan terkait optimalisasi Indeks Inovasi Daerah di Kantor Bapelitbang, Penajam Paser Utara, (AHMAD MAKI/KALTIM POST)
Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi, memberikan arahan terkait optimalisasi Indeks Inovasi Daerah di Kantor Bapelitbang, Penajam Paser Utara, (AHMAD MAKI/KALTIM POST)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membidik predikat kabupaten sangat inovatif pada penilaian indeks inovasi daerah tingkat nasional tahun 2026. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang), PPU menargetkan perolehan skor kumulatif di atas 65.

Sekretaris Bapelitbang PPU, Arif Afandi, menegaskan lompatan predikat ini membutuhkan bukti nyata serta data pendukung yang valid. Selama dua tahun terakhir, PPU baru berada pada kategori kabupaten inovatif.

Advertisement

"Dua tahun terakhir PPU masuk kategori kabupaten inovatif. Sekarang kami berupaya agar bisa naik menjadi sangat inovatif. Nilai untuk kategori sangat inovatif itu di atas 65," kata Arif, Kamis (22/10/2026).

Untuk merealisasikan target tersebut, Bapelitbang PPU telah menyeleksi usulan program dari berbagai perangkat daerah. Dari total lebih dari 60 berkas yang masuk dalam kompetisi inovasi daerah 2026, sebanyak 30 program dinyatakan lolos ke tahap penilaian mendalam.

Advertisement

Ajang kompetisi ini membagi inovasi ke dalam tiga klasifikasi kematangan, yakni initial, ongoing, dan mature. Kategori initial ditujukan untuk gagasan baru tahun berjalan, ongoing bagi program yang berjalan minimal dua tahun, serta mature untuk terobosan mapan yang terus dikembangkan.

"Kategori mature, ini merupakan inovasi yang sudah lama diterapkan dan telah dikembangkan melalui penyesuaian maupun penambahan fitur atau kegiatan," tutur Arif.

Inisiatif pelayanan publik ini mencakup sektor pendidikan melalui sekolah, fasilitas kesehatan lewat puskesmas, hingga organisasi perangkat daerah (OPD). Salah satu terobosan yang melaju ke tahap penilaian lanjutan adalah layanan jemput bola pendaftaran sekolah milik Disdikpora PPU.

Kendati demikian, kelengkapan administrasi dan fisik masih menjadi catatan evaluasi utama. Bapelitbang menemukan kelemahan data pendukung kerap memangkas perolehan poin dari tim penilai pusat.

"Kadang inovasinya sebenarnya sudah bagus, tetapi data dukungnya belum lengkap sehingga nilainya belum maksimal. Ini yang perlu kami perbaiki, terutama dari sisi dokumen dan bukti pendukung," ujar Arif.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkab Kutai Barat Integrasikan Indikator Kependudukan ke RPJMD

Pemkab Kutai Barat Integrasikan Indikator Kependudukan ke RPJMD

Pemkab Kutai Barat integrasikan indikator kependudukan ke RPJMD dan optimalisasi Siperindu demi kesejahteraan masyarakat.

Bukan Hanya Disiplin, Anggota Pramuka Berau Didorong Kuasai Keterampilan dan Teknologi

Bukan Hanya Disiplin, Anggota Pramuka Berau Didorong Kuasai Keterampilan dan Teknologi

Hari Pramuka ke-65 di Berau, Bupati Sri Juniarsih dorong generasi muda kreatif, mandiri, dan berperan dalam pembangunan daerah.

Warga Berau Meradang Akibat Listrik Padam, Bupati Tegur PLN terkait Pemadaman yang Berulang

Warga Berau Meradang Akibat Listrik Padam, Bupati Tegur PLN terkait Pemadaman yang Berulang

Pemadaman listrik berulang di Berau memicu keresahan warga. Bupati meminta PLN segera mengatasi gangguan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer