Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

1.035 Kader Posyandu Dukung Penanganan Stunting di PPU

Ahmad Maki
Penulis: Ahmad Maki❯
GARDА TERDEPAN: Muhammad Zulfikar Iqbal, Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Bappelitbang PPU, mendorong optimalisasi program penurunan stunting hingga tingkat desa dan kelurahan dengan melibatkan kader Posyandu. (AHMAD MAKI/KP)
GARDА TERDEPAN: Muhammad Zulfikar Iqbal, Kabid Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Bappelitbang PPU, mendorong optimalisasi program penurunan stunting hingga tingkat desa dan kelurahan dengan melibatkan kader Posyandu. (AHMAD MAKI/KP)

Advertisement

PENAJAM – Peran kader Posyandu menjadi salah satu tumpuan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam upaya mencegah dan menurunkan angka stunting. Sebanyak 1.035 kader yang tersebar di 54 desa dan kelurahan terlibat dalam pendataan, pengukuran, hingga upaya pencegahan di tingkat masyarakat.

Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Bappelitbang PPU Muhammad Zulfikar Iqbal mengatakan, pelaksanaan program penurunan stunting telah menjangkau berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari kecamatan hingga desa dan kelurahan.

“Penguatan program penurunan stunting saat ini dinilai efektif karena penanganannya telah menyentuh hingga ke tingkat lini terbawah. Mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga desa,” kata Zulfikar kepada Kaltim Post, Jumat (23/10).

Menurut dia, kader Posyandu berperan penting dalam mendukung pelaksanaan program di lapangan. Mereka menjadi ujung tombak dalam pengumpulan data, pemantauan pertumbuhan, serta pelaksanaan upaya pencegahan stunting di lingkungan masyarakat.

“Ujung tombak kita ada kader-kader Posyandu yang sampai sekarang menjadi garda terdepan. Baik untuk pendataan, pengukuran, maupun tindakan langsung pencegahan dan penurunan stunting di kabupaten kita,” ujarnya.

Advertisement

Meski demikian, pelaksanaan program tidak terlepas dari sejumlah tantangan, salah satunya keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya mengoptimalkan pelaksanaan program dan pelayanan kepada masyarakat.

Namun, Zulfikar menilai semangat gotong royong masyarakat PPU turut membantu menjaga keberlangsungan kegiatan di lapangan. Dukungan para kader dinilai penting agar upaya pencegahan dan penurunan stunting tetap berjalan meski menghadapi keterbatasan sumber daya.

“Kalau kendala pasti ada. Cuma untungnya tipikal masyarakat PPU ini semangat gotong royongnya masih besar. Sehingga ketika ada kendala anggaran, teman-teman kader Posyandu tetap melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan semangat dan optimal,” tegasnya.

Bappelitbang PPU mendorong optimalisasi program dan anggaran melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD), disertai penguatan pelaksanaan di tingkat desa dan kelurahan. Keterlibatan kader Posyandu menjadi bagian penting dalam memastikan upaya penanganan stunting menjangkau masyarakat secara langsung.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DP3AP2KB PPU Genjot Pengaktifan Website Kampung KB, Integrasikan Data Kependudukan Cegah Stunting

DP3AP2KB PPU Genjot Pengaktifan Website Kampung KB, Integrasikan Data Kependudukan Cegah Stunting

DP3AP2KB PPU mengaktifkan kembali website Kampung KB dan integrasi data kependudukan di 54 desa/kelurahan demi memperkuat program stunting.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer