Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menguak Fenomena Lama yang Langka di Perbatasan Kaltim-Kalsel: Satu Pohon, Dua Jenis Daun Berbeda

Ari Arief • Sabtu, 18 Januari 2025 | 17:19 WIB

MISTERI: Pohon berjenis dua daun berbeda berada di Gunung Halat, perbatasan Kaltim-Kalsel,yang bertahun-tahun menyimpan misteri.
MISTERI: Pohon berjenis dua daun berbeda berada di Gunung Halat, perbatasan Kaltim-Kalsel,yang bertahun-tahun menyimpan misteri.
KALTIMPOST.ID, Di perbatasan antara Provinsi Kaltim-Kalsel, atau Gunung Halat, tepatnya antara Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kaltim dan Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalsel, berdiri tegak pohon yang selama hidup bertahun-tahun dilingkupi misteri.

Batangnya kokoh, namun daunnya unik! Daun pada pohon berukuran sebesar rangkulan orang dewasa itu yang berada di sisi Kalsel berdaun lebar bak telapak tangan orang dewasa, sementara daun yang berada pada sisi Kaltim lebih kecil dan lonjong.

Fenomena ini membuat warga penasaran. Perbedaan mencolok ini seolah-olah membagi pohon menjadi dua dunia yang berbeda.

Misteri menyelimuti pohon besar di perbatasan Kaltim-Kalsel ini telah menjadi perbincangan hangat warga pada kedua provinsi, termasuk warga yang melintasi perbatasan.

Mereka banyak yang terkagum-kagum dan memanfaatkan waktu istirahat di perbatasan itu dengan berselfie ria berlatarbelakang pohon tersebut. Tidak pelak, banyak warga pelintas batas, termasuk Wahyudi, warga Kota Balikpapan yang sempat melakukan perjalanan ke Kalsel berhenti sejenak dan mengabadikan pohon tersebut.

“Subhanallah, Maha Besar Allah yang menumbuhkan satu pohon dengan dua jenis daun yang berbeda,” kata Wahyudi.

Semula ia mengaku sering melintasi perbatasan itu untuk tujuan ke Kalsel, namun dia tidak pernah mengetahui atau mendengar informasi mengenai pohon aneh bin ajaib itu.

Dia baru tahu setelah dihubungi wartawan media ini agar berhenti saat berada di perbatasan Kaltim-Kalsel. Wartawan memintanya untuk memoto pohon tersebut untuk bahan tulisan.

“Saya akhirnya berhenti dan mencari-cari, alhamdulillah, ketemu. Sayangnya, foto yang saya kirimkan ke wartawan tidak jelas karena saat saya melintasi perbatasan sudah malam. Hasil fotonya tidak jelas,” kata Wahyudi yang sebelumnya pernah menjabat sebagai hubungan masyarakat pada perusahaan Korea-Indonesia (Korindo) Grup di Jenebora, Kecamatan Penajam, PPU, yang sudah tutup.

Wahyudi mengatakan, cukup mudah menemukan pohon tersebut, karena ditandai dengan kain warna kuning, yang menurut keterangan hal itu menandakan bahwa pohon itu dikeramatkan. Entah oleh siapa.

Warga setempat meyakini adanya kekuatan magis di balik fenomena alam yang langka ini. Beberapa bahkan mengaitkannya dengan legenda pertarungan para tokoh sakti. Para ahli botani masih dibuat bingung oleh pohon unik di perbatasan Kaltim-Kalsel.

Perbedaan ukuran daun yang signifikan pada satu pohon tunggal ini memicu berbagai teori. Faktor genetik, kondisi tanah, hingga perbedaan paparan sinar matahari menjadi beberapa kemungkinan penyebab fenomena ini.

Sejauh ini, Kaltim Post sempat menggali melalui berbagai literasi, dan menemukan asal-usul pohon tersebut diceritakan secara lengkap melalui Buku Legenda Gunung Halat oleh Loki Santoso, dan merupakan cerita rakyat Kabupaten Tabalong, Kalsel.

Konon, dikisahkan pohon ini pernah terbelah menjadi dua akibat pertarungan antara dua tokoh sakti, Tiran dan Marlung. Namun, Pendiri Mahasiswa Penyayang Flora-Fauna (Mapflofa) 1984 Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda Soegeng Soeprianto, menyebut, bahwa perbedaan ukuran daun pada tanaman bisa dimungkinkan oleh pengaruh beberapa hal.

Pertama, urai dia, ada dua tanaman sejenis yang tumbuh berhimpitan. “Kedua, bonita (tempat tumbuh) yang berbeda kandungan unsur hara mikro dan makro pada bentangan akar di bawah luasan tajuknya juga bisa jadi faktor penyebabnya,” kata Soegeng Soeprianto yang kini menjabat sekretaris tim seleksi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Utara (Kaltara) itu.

Pengaruh ketiga, lanjutnya, adalah akibat gen dari endemiknya yang sejak awal memang berbeda ukuran daunnya, dan yang keempat adalah perbedaan naungan pada masing-masing sisi tajuk pertumbuhannya, sehingga menentukan model iklim mikronya.

Editor : Almasrifah
#paser #kalsel #Gunung Halat #pohon #kaltim