Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Efisiensi Anggaran, Pembangunan Taman Tematik di Waru dan Babulu PPU Ditunda

Ahmad Maki • Kamis, 5 Februari 2026 | 13:15 WIB
Riviana Noor
Riviana Noor

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal menunda wacana pembangunan taman tematik di dua kecamatan, yakni Waru dan Babulu. Wacana tersebut saat ini masih dalam tahap perencanaan dan persiapan lahan.

Kepala Disperkimtan PPU Riviana Noor mengatakan, perencanaan pembangunan taman tematik sebenarnya telah disusun sejak 2025. Bahkan, lahan untuk dua lokasi tersebut sudah disiapkan.

“Pada 2025 kita sudah buatkan perencanaannya. Lahannya pun sudah ada untuk dua kecamatan, Waru dan Babulu,” ujar Pipin sapaan akrab Riviana Noor ditemui, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, pelaksanaan fisik pembangunan yang semula direncanakan dimulai tahun ini terpaksa ditunda. Penundaan tersebut disebabkan adanya kebijakan rasionalisasi dan efisiensi anggaran daerah.

“Harusnya fisiknya ada tahun ini, tapi karena rasionalisasi dan efisiensi anggaran, sementara ditunda dulu. Rencananya insyaallah tahun depan,” jelasnya.

Meski ditunda, Riviana menegaskan, bahwa pembangunan taman tematik tetap menjadi prioritas karena telah masuk dalam visi dan misi pemerintah daerah serta tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) PPU.

Untuk lokasi, taman tematik Kecamatan Babulu direncanakan memiliki luas sekitar satu hektare dan berada di sekitar kawasan eks rumah jabatan camat. Sementara itu, taman tematik Kecamatan Waru memiliki luasan hampir dua hektare, yang sebelumnya direncanakan sebagai lokasi jembatan timbang Dinas Perhubungan (Dishub) PPU.

Terkait konsep, Riviana menjelaskan taman tematik nantinya tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan peran swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

“Konsepnya kita harapkan bukan hanya pemerintah. Kita siapkan lahan dan desainnya, nanti swasta ikut berpartisipasi. Misalnya ada zona perbankan, perusahaan tertentu, semuanya sudah kita atur dalam desain. Mereka ikut andil membangun melalui CSR,” terangnya.

Sementara dari sisi anggaran, Riviana menyebutkan bahwa pada tahun 2026 telah dialokasikan dana sekitar Rp 6 miliar untuk pembangunan dua taman tematik tersebut. Namun, anggaran tersebut dinilai belum mencukupi untuk merealisasikan desain secara keseluruhan.

“Kalau full desainnya kemungkinan lebih dari Rp 6 miliar. Nanti akan dianggarkan lagi di tahun berikutnya, tergantung kondisi keuangan daerah,” imbuhnya. (*)

Editor : Duito Susanto
#penajam paser utara #Pembangunan fisik #efisiensi anggaran #Kecamatan Babulu #taman tematik #kecamatan waru #DISPERKIMTAN PPU