KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Musyawarah Daerah (Musda) II Lembaga Pertahanan Adat Paser (LPAP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sukses digelar pada Kamis, 12 Februari 2026. Bertempat di Aula Pemerintah Kabupaten PPU, forum tertinggi organisasi ini secara resmi menetapkan Zulfhani atau yang akrab dipanggil Zulpani Paser sebagai ketua DPD-LPAP PPU untuk masa bakti 2026-2031.
Zulpani Paser, yang merupakan representasi dari unsur LPAP Kecamatan Babulu, terpilih secara aklamasi. Keputusan ini diambil setelah melalui proses musyawarah mufakat yang melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh budaya, serta perwakilan DPC LPAP dari seluruh kecamatan di wilayah PPU.
Proses Demokrasi yang Kondusif
Sidang pleno pemilihan berlangsung khidmat dan tertib. Sebelumnya, muncul beberapa nama calon yang mewakili berbagai wilayah kecamatan di PPU, yaitu Hasan (unsur LPAP Kecamatan Penajam), Darmawansyah (unsur LPAP Kecamatan Sepaku), Kamaruddin (unsur LPAP Kecamatan Waru), Zulfhani (unsur LPAP Kecamatan Babulu).
Baca Juga: Laskar Pertahanan Adat Paser Gelar Musda II di PPU, Siap Pilih Nakhoda Baru Periode 2026-2031
Namun, melalui semangat kebersamaan, forum sepakat untuk memberikan mandat kepemimpinan kepada Zulfhani untuk lima tahun ke depan.
Untuk menyusun struktur kepengurusan yang baru, telah dibentuk pula tim formatur yang diketuai oleh Rakhmadi (unsur tokoh adat Paser). Tim ini bertugas merumuskan komposisi organisasi agar DPD-LPAP PPU dapat berjalan optimal dalam menjaga kelestarian adat dan budaya lokal.
Berikut adalah susunan inti Tim Formatur, Ketua Rakhmadi, Sekretaris Paidah Riansyah, anggota Saparuddin, Nasrullah, Tiyo.
Acara ini dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai elemen masyarakat dan pengurus LPAP tingkat kecamatan hingga pusat (DPP), yang menunjukkan soliditas lembaga dalam mengawal aspirasi masyarakat adat di PPU.(*)
Editor : Thomas Priyandoko