KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memacu ketersediaan infrastruktur dasar di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT), Pemkab PPU menargetkan pemasangan sambungan rumah (SR) baru bagi 6.000 warga di Kecamatan Sepaku.
Langkah ini menyusul rampungnya pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 50 liter per detik (lpd) oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Fasilitas yang berlokasi di area intake Sungai Telake tersebut kini telah dihibahkan kepada daerah untuk dikelola penuh oleh Perumda AMDT.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, mengungkapkan bahwa proyek ini memiliki dua fungsi strategis. Selain memenuhi hak dasar masyarakat Sepaku, instalasi ini juga diproyeksikan menyokong kebutuhan air bersih di area perkantoran IKN.
Baca Juga: AS Disebut Kirim 15 Tawaran ke Iran untuk Akhiri Perang, Pakistan Jadi Perantara
"Perluasan jangkauan ini adalah komitmen kami untuk memastikan warga lokal dan kawasan perkantoran di IKN mendapatkan layanan air bersih yang optimal," kata Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid, Rabu (25/3).
Butuh Dukungan Jaringan Pipa
Meski kapasitas produksi sudah tersedia, Abdul Rasyid menyebut masih ada tantangan infrastruktur di lapangan. Menurutnya, distribusi air ke desa-desa dan kelurahan di Sepaku masih membutuhkan jaringan pipa yang lebih luas.
Pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk pengadaan pipa distribusi sepanjang 60 kilometer. Infrastruktur ini krusial agar target 6.000 sambungan bisa direalisasikan secara bertahap.
Baca Juga: Bandara Kuwait Diserang Drone Oran, Api Melahap Tangki Bahan Bakar
"Saat ini, IPA 50 lpd tersebut baru melayani sekitar 400 sambungan rumah. Dengan dukungan pipa distribusi baru nantinya, kami optimistis pelayanan air bersih di Sepaku akan jauh lebih maksimal," katanya.
Sebagai informasi, IPA 50 lpd ini berdiri berdampingan dengan IPA kapasitas 300 lpd yang merupakan penopang utama pasokan air untuk inti Ibu Kota Nusantara. Kehadiran dua fasilitas ini diharapkan mampu mengakhiri persoalan krisis air di wilayah ring satu tersebut.(*)
Editor : Thomas Priyandoko