KALTIMPOST.ID,PENAJAM-Kecepatan penanganan medis sering kali menjadi tolok ukur utama sebuah rumah sakit. Namun, di RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU), aspek administratif yang kerap menjadi "momok" bagi warga pun kini ditangani dengan pendekatan yang lebih humanis.
Contohnya, peristiwa pada Senin (23/3) menjadi bukti nyata. Seorang pasien rujukan dari Puskesmas Babulu, PPU, sempat terkendala saat pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) lantaran status kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya (Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN) ditemukan tidak aktif.
Di tengah situasi mendesak, birokrasi sering kali menjadi hambatan. Namun, respons cepat ditunjukkan oleh tim Humas dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) IGD RSUD RAPB.
Alih-alih membiarkan pasien terjebak dalam kebingungan administrasi, pihak rumah sakit segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan PPU. Hasilnya, status jaminan kesehatan pasien berhasil dialihkan ke program PBI daerah (APBD Kabupaten). Pasien pun tetap mendapatkan layanan medis yang dibutuhkan tanpa terbebani biaya mandiri.
Baca Juga: RSUD RAPB PPU Perkuat Peran Humas-Promosi, Jadi Jembatan Solusi Keluhan Pasien
Humas dan Promosi RSUD RAPB PPU, Nurdin, Jumat (27/3) mengatakan, keberhasilan ini memberikan pesan kuat bahwa kecanggihan teknologi medis di sebuah rumah sakit tidak akan lengkap tanpa kehadiran sisi kemanusiaan. “Pasien tidak hanya membutuhkan kesembuhan fisik, tetapi juga hak untuk didengar dan dihormati martabatnya sebagai warga negara,” kata Nurdin.
“Kehadiran personel Humas dan tim Promosi Kesehatan di RSUD RAPB yang kian proaktif patut diapresiasi. Mereka hadir bukan sekadar sebagai pelengkap struktur, melainkan sebagai pemberi solusi di titik-titik kebuntuan layanan,” tambahnya.
Satu hal yang menarik perhatian adalah keberanian RSUD RAPB dalam membuka saluran komunikasi langsung melalui nomor seluler petugas. Langkah "pasang badan" ini menjadi jaminan bahwa manajemen siap bertanggung jawab atas kualitas layanan mereka. Jaminan kerahasiaan pelapor juga menjadi kunci utama terbangunnya kepercayaan publik.
Baca Juga: Belanda vs Norwegia Tanpa Memphis dan Haaland: Siapa Jadi Tumpuan Gol?
Berdasarkan pantauan dan testimoni warga di berbagai platform media sosial serta pesan instan, persepsi publik terhadap RSUD RAPB PPU kini terus merangkak naik ke kategori baik. "Tentu, harapan kita semua adalah konsistensi ini tetap terjaga demi pelayanan kesehatan masyarakat PPU yang lebih prima," kata Nurdin.
Bagi warga yang membutuhkan koordinasi atau ingin menyampaikan aspirasi terkait layanan, dapat menghubungi kanal layanan utama: 0812-5692-3840; Nurdin: 0831-4110-4067, Anilia Hidayati: 0813-4712-2133.(*)
Editor : Dwi Puspitarini