DLH Prioritaskan Warga Sekitar Lokasi untuk Rekrut 80 Operator TPS Insinerator, Ini Target Operasinya

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Pemkot Samarinda mulai menyiapkan tenaga operator untuk 10 titik pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) berbasis insinerator. Rekrutmen dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama sejumlah instansi terkait, dengan sasaran utama warga sekitar lokasi insinerator.
Plt Kepala DLH Samarinda Suwarso menjelaskan, rapat koordinasi rekrutmen tenaga kerja digelar Selasa (11/11) lalu di kantor DLH Samarinda. Rapat tersebut melibatkan Dinas PUPR, Dinas Tenaga Kerja, sepuluh camat se-Samarinda, dan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).
“Rapat itu dilakukan karena sudah ada yang mulai merakit bangunan insinerator. Jadi kami siapkan lebih awal tenaga operasionalnya,” ujarnya, Rabu (12/11).
Setiap titik insinerator akan memperkerjakan delapan orang, terdiri lima operator dan tiga petugas pendukung, termasuk keamanan. “Totalnya sekitar 80 orang untuk 10 insinerator. Filosofinya kami ingin memberdayakan masyarakat sekitar dan membuka peluang kerja bagi warga di lingkungan TPS,” jelas Suwarso.
Para calon pekerja akan terlebih dahulu mengikuti pelatihan khusus yang disiapkan DLH. Materinya meliputi pengoperasian mesin, keselamatan kerja, serta pemeliharaan alat. “Karena itu bekerja di area reaktor bersuhu tinggi, harus ada perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan. Makanya kami juga menggandeng Disnaker untuk urusan BPJS,” tambahnya.
Seluruh unit insinerator sudah tiba di Samarinda dan saat ini disimpan di kawasan Folder Air Hitam. “Ada yang sudah dirakit, ada juga yang masih dalam kendaraan fuso, semua sudah datang,” ungkapnya.
Sementara untuk pembangunan fisik di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Baqa, dari laporan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Samarinda, Ilhamsyah, alat berat sudah masuk ke lokasi.
“Targetnya Desember akan tercapai. Termasuk yang di Loa Janan Ilir, karena tanjakannya agak tinggi dan berisiko dengan bak sampah, jadi lokasinya agak digeser. Tapi sudah oke, siap dibangun. Begitu juga di wilayah Sungai Kunjang, yang awalnya direncanakan di dekat sekolah SMP, akhirnya kami pindah dan satukan di TPS insinerator Jalan Nusyirwan Ismail,” terangnya.
Limbah abu hasil pembakaran insinerator rencananya akan dimanfaatkan menjadi bahan paving block. “Sudah diuji coba di Bantuas, tapi dari skala kecil bukan insinerator. Abunya bisa diolah jadi paving block, hasilnya bagus. Jadi tenaga kerja juga akan dibekali keterampilan itu,” tambahnya.
Menurutnya, apabila nantinya volume produksi paving block meningkat, DLH tidak menutup kemungkinan menambah tenaga kerja baru. “Kalau produksinya besar, bisa ditambah. Tapi sementara fokus dulu pada 80 pekerja di 10 titik,” pungkasnya. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




