Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dishub Petakan Risiko Lalin Pasar Pagi Samarinda, Kelengkapan Rambu Jalanan Sekitar Dilengkapi Tahun ini

D
Penulis: Denny Saputra❯
PECAH JALUR: Jalan Jendral Sudirman akan menjadi akses masuk kendaraan roda dua menuju area parkir gedung Pasar Pagi Samarinda.
PECAH JALUR: Jalan Jendral Sudirman akan menjadi akses masuk kendaraan roda dua menuju area parkir gedung Pasar Pagi Samarinda.

SAMARINDA-Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda memetakan sejumlah risiko lalu lintas yang berpotensi muncul saat Gedung Pasar Pagi mulai beroperasi. Mulai dari kesulitan manuver kendaraan, minimnya fasilitas pejalan kaki, hingga penurunan kinerja simpang menjadi perhatian utama dalam dokumen Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin).


Advertisement

Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan, hasil mitigasi dampak lalu lintas telah dibahas secara komprehensif dalam rapat andalalin bersama Direktorat Lalu Lintas Kementerian Perhubungan. Fokusnya adalah memastikan keselamatan, keamanan, dan kelancaran mobilitas di dalam maupun di luar kawasan pasar.

"Salah satu yang dinilai adalah kesulitan manuver kendaraan di akses masuk dan keluar. Itu dimitigasi dengan pengaturan radius tikung dan perencanaan kelandaian agar kendaraan bisa bermanuver dengan aman,” ujarnya, Selasa (6/1).

Selain itu, Dishub juga menyoroti belum optimalnya petunjuk sirkulasi kendaraan dan jalur evakuasi. Kondisi tersebut akan ditindaklanjuti dengan pemasangan rambu dan marka jalan sesuai rekomendasi dokumen andalalin. “Perlengkapan jalan memang belum lengkap karena pembangunan baru selesai 2025. Penambahannya akan dilakukan di 2026 setelah ada penilaian resmi dari Direktorat Lalin,” jelasnya.

Advertisement

Masalah lain yang masuk rekomendasi adalah kurang lancarnya manuver kendaraan di area internal Pasar Pagi. Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan konflik lalu lintas jika tidak ditata sejak awal. Aspek keamanan dan keselamatan di dalam lokasi juga menjadi perhatian, termasuk penentuan titik alat pemadam api ringan (APAR), hidran, dan pemasangan CCTV.

Dishub juga mendorong koordinasi lintas instansi, khususnya dengan Satpol PP, untuk mencegah munculnya pedagang kaki lima (PKL) di ruas jalan eksternal seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Gajah Mada yang dapat mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Terkait angkutan umum, Manalu mengakui saat ini belum tersedia layanan transportasi massal di kawasan Pasar Pagi. Namun kondisi itu telah diantisipasi melalui Program Teras Samarinda Tahap II yang menyediakan shelter angkutan umum. “Nanti kalau pemkot menyediakan layanan angkutan umum massal, infrastrukturnya sudah siap,” pungkasnya.

Advertisement

DENNY SAPUTRA

@dennysaputra46

 

 

 

 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemkot Balikpapan Tawarkan Proyek Depo Kontainer Rp173 Miliar

Pemkot Balikpapan Tawarkan Proyek Depo Kontainer Rp173 Miliar

Pemkot Balikpapan menawarkan proyek pembangunan kawasan logistik terpadu depo kontainer kepada para investor.

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Pemkot Samarinda mendorong penambahan jam operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi 24 jam.

Gandeng ITS, Dishub Balikpapan Pastikan Sopir Angkot Tak Tergusur Bus Bacitra   

Gandeng ITS, Dishub Balikpapan Pastikan Sopir Angkot Tak Tergusur Bus Bacitra  

Dinas Perhubungan (Dishub) Balikpapan resmi menjalin kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer