Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dukung Program Prioritas Nasional, Ini yang Bakal Dilakukan Dinas Kesehatan Samarinda

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Kepala Dinkes Kota Samarinda - Ismid Kusasih
Kepala Dinkes Kota Samarinda - Ismid Kusasih


KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Memasuki 2026, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tetap menjadi salah satu fokus Diskes Samarinda, meski dihadapkan pada keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).


Advertisement

Program itu dijalankan seiring kewajiban pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta dukungan terhadap agenda prioritas kesehatan nasional.

Kepala Diskes Samarinda Ismid Kusasih menegaskan, pelaksanaan CKG sejalan dengan kewajiban pemerintah daerah dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) sektor kesehatan yang menjadi amanat Kementerian Kesehatan.

“Dinas kesehatan adalah perangkat daerah wajib pelayanan dasar. Yang kami jalankan pertama adalah SPM. Ada 12 SPM yang harus dipenuhi, mulai pelayanan ibu hamil, melahirkan, bayi, balita hingga lansia, penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi, penyakit menular seperti TBC dan HIV, sampai pelayanan untuk ODGJ,” ujarnya, Senin (19/1).

Advertisement

Diskes Samarinda juga menjalankan program prioritas Presiden Prabowo yang dikenal sebagai Asta Cita di bidang kesehatan. Program tersebut meliputi penanganan stunting, CKG, percepatan penemuan dan penanganan penderita TBC, serta penguatan Universal Health Coverage (UHC). Diskes juga terlibat dalam pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Terkait progres CKG, Ismid menyebutkan capaian Samarinda hingga akhir 2025 mencapai sekitar 40 ribu pemeriksaan. Dengan jumlah penduduk sekitar 800 ribu jiwa, capaian tersebut setara dengan sekitar lima persen dari total populasi.

“Kalau dilihat angkanya memang masih kecil, tapi pelaksanaannya sudah maksimal. Kami tidak hanya menunggu, tapi juga melakukan jemput bola. Tantangannya ada di SDM dan Bahan Habis Pakai (BHP), karena jenis pemeriksaan berbeda-beda mulai bayi baru lahir sampai lansia,” jelasnya.

Advertisement

Selain keterbatasan SDM dan BHP, kendala lain yang dihadapi adalah sistem aplikasi Satu Sehat yang digunakan secara nasional. Menurut Ismid, sinkronisasi data dan pemeliharaan aplikasi kerap memengaruhi kecepatan pelaporan capaian. “Kami tidak mau mengejar kuantitas, tapi mengorbankan kualitas. Pemeriksaan lansia misalnya, ada delapan item. Kalau hanya satu-dua item yang diinput, dianggap diterima di aplikasi, itu yang harus disinkronkan,” tegasnya.

Untuk anggaran CKG pada 2026, Diskes menjelaskan tidak ada alokasi dana khusus. Program CKG melekat pada kegiatan pelayanan rutin di fasilitas kesehatan, sementara BHP sebagian besar didukung Kementerian Kesehatan. “CKG mengikuti pelayanan yang berjalan. Jadi tidak ada spesifikasi untuk anggaran, itu bagian dari pelayanan,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Jejak Pelarian Pembobol ATM Samarinda hingga ke Jawa Barat

Jejak Pelarian Pembobol ATM Samarinda hingga ke Jawa Barat

Polisi tangkap dua pelaku pembobolan dua ATM di Jalan Cendana, Samarinda. Kerugian Rp450 juta, pelaku diringkus di Kaltim dan Jawa Barat.

Listrik di Samarinda Sering Padam, Pedagang Es Krim Rugi Jutaan

Listrik di Samarinda Sering Padam, Pedagang Es Krim Rugi Jutaan

Pedagang es krim di Samarinda rugi jutaan rupiah akibat listrik padam berulang. Ia datangi kantor PLN untuk menuntut penjelasan resmi.

Berkas Perkara Korupsi Perumda Varia Niaga, Penyidik Tunggu Hasil JPU

Berkas Perkara Korupsi Perumda Varia Niaga, Penyidik Tunggu Hasil JPU

Polda Kaltim telah melimpahkan berkas perkara korupsi Perumda Varia Niaga Samarinda ke Kejaksaan. Tiga tersangka tunggu hasil pemeriksaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer